Portal Berita Papua Barat

Dituntut Jaksa 2 Tahun, Keluarga Terdakwa Pertanyakan Rp.100 Juta

0 7

Sorong, Papuabaratoke – Sidang kasus Lakalantas Maut di Jalan Km 68 Distrik Sayosa, Kabupaten Sorong, sudah masuk agenda tuntutan jaksa.

Dalam sidang sebelumnya, terdakwa Staninslaus Dasilva dituntut 2 Tahun penjara oleh Jaksa Penutut Umum. Keluarga terdakwa menilai tuntutan ini berat dan tak adil.  “Kami syok dengan tuntutan itu. Kakak saya dituntut dua tahun penjara. Sekarang yang kami pertanyakan, pembayaran 100 Juta itu untuk apa, ujar Yopi Dasilva, Kamis (27 Juli 2017).

Menurutnya, Rp.100 Juta yang diserahkan kepada isteri korban, merupakan jalan untuk penyelesian kasus secara kekeluargaan di kantor polisi. Saat itu, sudah ada kesepakatan untuk menghentikan proses hukum kasus ini.
“Perusahaan tempat kaka saya (terdakwa) bekerja juga menanggung biaya pemakaman hingga memberi santunan, tapi nyatanya dia masih dituntut. Kami benar-benar kecewa dengan kasus ini,” paparnya.

Menurutnya, keadilan harus benar-benar ditegakan. Jika demikian, ia mengaku pihak keluarga dan perusahaan merasa dirugikan. “Ini Negara hukum, harus dihormati proses lain yang dilakukan pihak keluarga korban dan keluarga pelaku dengan cara damai,” tegasnya.

Sebelumnya, kecelakaan tanggal 2 Februari 2017 ini mengakibatkan Fajar Dwi Saputra (korban), meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit. Truk yang dikendarai terdakwa Stanislaus Dasilva, menabrak sepeda motor yang dikendarai korban, persis di tikungan jalan Km 68 Distrik Sayosa. (KEY/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!