Portal Berita Papua Barat

Hutan Mangrove Kaimana Penyimpan Karbon Terbesar di Indonesia

0 32
Hutan Mangrove Kaimana
Hutan Mangrove Kaimana – Sebanyak 185 pelajar pada SMA Negeri II, SMKN 1 dan SMKN II Kaimana mengikuti kegiatan edukasi perlindungan tentang lingkungan dan mangrove yang diselenggaran oleh CI Indonesia. (Photo : HAI/PBOke)
Kaimana, Papuabaratoke.comHutan Mangrove Kaimana. Hutan mangrove seluas 76.000 hektar di Kabupaten Kaimana berpotensi besar sebagai penyimpan karbon di Indonesia bahkan dunia. Tentu ini sebuah manfaat yang sangat baik bagi daerah tersebut.

Potensi karbon yang mampu tersipan, ini diketahui berdasarkan kajian yang dilaksanakan tahun 2014 silam oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, UNIPA, dan Conservation International (CI) Indonesia di Teluk Arguni Kabupaten Kaimana. Di mana bahwa lokasi tersebut memiliki potensi serapan karbon sebesar 717 Mg C ha -1.

Selain di Teluk Arguni, hasil kajian serupa di dua lokasi, yakni Buruway dan Teluk Etna juga mencatat bahwa potensi mangrove di dua wilayah tersebut juga sangat menjanjikan sebagai penyimpan karbon. Kondisi ini akan menjadi informasi bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam upaya pelestarian mangrove guna mendukung komitmen Indonesia dalam perubahan iklim.

Mendukung pelestarian mangrove di wilayah Kabupaten Kaimana, baru-baru ini, CI Indonesia selaku lembaga yang cukup intens memperjuangkan pelestarian hutan dan laut di Kaimana, memberikan edukasi tentang pentingnya lingkungan kepada 185 pelajar pada SMA Negeri II, SMKN 1 dan SMKN II Kaimana.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data atas pemahaman siswa tentang ekosistem mangrove serta mengedukasi mereka tentang jasa lingkungan yang dapat dimanfaat dari ekosistem mangrove tersebut. Kegiatan yang dimulai dengan paparan tentang mangrove dan ‘blue carbon’ oleh CI serta pengisian angket dan diskusi ini, diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana dalam menetapkan kebijakan terkait pengelolan ekosistem mangrove.

Baca Juga:  Bupati Kaimana Janjikan Bonus Bagi Peraih Emas Tinju

Direktur Marine Program CI Indonesia, Victor Nikijuluw menjelaskan, kegiatan edukasi merupakan kelanjutan dari survey yang sudah dilaksanakan selama dua tahun terakhir tersebut pada empat titik yakni Arguni, Buruway, Etna dan Triton, yang mengindikasikan peran penting hutan mangrove di Kaimana sebagai penyimpan karbon.

“Jangkauan kepada generasi muda sangat penting untuk membangun pemahaman terkait peran penting dan jasa ekosistem mangrove serta membangun partisipasi mereka dalam pelestarian mangrove,” terangnya.
Dikatakan, survey kepada siswa akan digunakan sebagai baseline kegiatan CI Indonesia untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam menentukan program pengelolaan ekosistem mangrove pada masa yang akan datang.

Ditambahkan, dengan menjaga mangrove sama halnya mencegah terjadinya pemanasan global. “Setelah dipelajari ternyata 30 persen dari hutan blue karbon itu ada di Indonesia. Lebih luar biasa lagi, sebagian besar itu ada di Provinsi Papua dan Papua Barat, tepatnya di 6 kabupaten yakni Sorong Selatan, Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, Mimika dan Merauke,” pungkasnya. (HAI/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!