Portal Berita Papua Barat

Kaimana Tuan Rumah Workshop Internasional Blue Carbon

0 16
Workshop Internasional Blue Carbon
Workshop Internasional Blue Carbon – Bupati Kaimana, Matias Mairuma ketika membuka Rapat Konsolidasi Workshop Internasional Blue Carbon
Kaimana, Papuabaratoke.comWorkshop Internasional Blue Carbon direncanakan akan digelar di Provinsi Papua Barat, tepatnya di Kabupaten Kaimana terjadwal pada November mendatang. Guna menyukseskan workshop dimaksud, Selasa (10/10/2017) telah digelar rapat Konsolidasi Program Blue Karbon antara Pemerintah Kabupaten Kaimana dengan Kementerian Koordinator Maritim, bersama lembaga Conservation International (CI) Indonesia.

Rapat ini diisi dengan presentansi hasil penelitian dan perkembangan hutan mangrove di Kaimana yang menjadi sumber blue karbon. Dan, dibuka Bupati Kaimana Matias Mairuma. Hadir mendampingi bupati dalam kegiatan ini, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari instansi teknis terkait.

Sementara, Kementerian Maritim diwakili Staf Ahli Bidang Sosio-Antropologi, Tukul Rameyo Adi, Kepala Bidang Pengelolaan Kebencanaan Maritim Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim, Sitti Nisa Mardiah berserta staf, juga Albert Nabore bersama staf dari CI Kaimana.

Kata bupati, Kabupaten Kaimana memiliki potensi hutan bakau yang luasannya mencapai kurang lebih 5.500 hektar. Dengan potensi hutan bakau yang kita miliki ini, selain menghasilkan karbon biru bagi kelangsungan hidup semua orang, juga bisa membawa dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat di Kabupaten Kaimana.

“Ini karena di dalam hutan bakau itu ada hasil laut seperti ikan, udang, kepiting dan lainnya yang bisa dimanfaatkan. Supaya bisa berkembangbiak, saya berharap pengambilannya tidak dilakukan secara berlebihan,” ujar Mairuma. Dikatakan, jika potensi ini dipelihara dan dimanfaatkan secara baik maka akan menjadi sumber penerimaan negara, yang nantinya akan kembali juga ke daerah. Bupati Mairuma menyatakan, sangat siap menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan workshop internasional dimaksud.

Baca Juga:  Inisiatif Blue Carbon Turut Kembangkan Ekonomi Lokal Sembari Lestarikan Mangrove

Dia berharap, pelaksanaan workshop blue karbon di Kaimana harus menjadi komitmen bersama seluruh masyarakat Kaimana untuk menyukseskannya. “Selain menjadi tuan rumah, kami juga berharap Kaimana menjadi pilot project pencadangan blue karbon dunia dan poros maritim untuk Indonesia bagian timur,” ungkap Bupati.

Tukul Rameyo Adi mengatakan, dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kaimana bagi suksesnya pelaksanaan workshop blue karbon dan pengembangan mangrove sebagai penyimpan karbon terbesar di Indonesia sangat diperlukan, karena merupakan salah satu program Kemenko Maritim yang harus dicapai pada tahun 2017.

Menurut Rameyo, target ini bisa tercapai jika Pemerintah Kabupaten Kaimana, sebagai pemilik kawasan hutan mangrove terbesar di Papua, ikut memberikan dukungan melalui pelestarian hutan mangrove bekerjasama dengan Conservation International. “Jika potensi yang ada ini dijaga dan dikelola dengan baik, akan membantu Kemenko Maritim menyukseskan salah satu program dari tujuh rencana aksi di tahun 2017,” pungkasnya. (HAI/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!