Portal Berita Papua Barat

Kesadaran Melaporkan Kasus KDRT Masih Rendah

0 27
Kasus KDRT
Kasus KDRT – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kaimana, Joice Tuanakota
Kaimana, Papuabaratoke.com Kasus KDRT. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terus menjadi perhatian serius pemerintah di tingkat pusat hingga di daerah. Di Kabupaten Kaimana, kasus KDRT masih berada pada level ringan, ini mengacu pada data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), maupun melalui pihak Kepolisian.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kaimana, Joice Tuanakota disela kegiatan Pelatihan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga (PERT) dengan melibatkan 50 peserta perwakilan dari 38 organisasi perempuan se-Kaimana yang bertempat di salah satu hotel, Rabu (18/10/2017)

“Data yang ada adalah data KDRT yang didasarkan pada laporan masyarakat terutama dari mereka yang sudah memahami bahwa keberadaan Undang-Undang KDRT. Mereka berani melapor kepada kami untuk mendapatkan pendampingan. Kasus KDRT sebenarnya banyak, hanya untuk menyelesaikannya, masyarakat lebih cenderung memilih curhat kepada orang yang dianggapnya bisa dipercaya. Ini yang membuat KDRT di Kaimana disebut rendah karena yang melapor juga minim,” ujar Joice Tuanakota.

Menurut Joice, rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk membawa kasus KDRT ke ranah hukum sesuai ketentuan Undang-Undang menyebabkan kasus KDRT di Kaimana belum bisa terdata secara baik.  Ia mengatakan, masih banyak kasus korban merasa takut untuk membawanya ke ranah hukum sesuai ketentuan yang berlaku didalam UU perlindungan anak dan perempuan.

“DPPPA ke depannya akan memaksimalkan sosialisasi UU KDRT sehingga masyarakat terutama kaum perempuan tidak lagi merasa takut untuk membawa dan menyelesaikan persoalannya secara hukum,” katanya.

Dikatakan, secara umum kasus KDRT di Kaimana tergolong biasa-biasa saja, dalam hal ini bisa diselesaikan pada tingkat internal rumah tangga dan belum masuk pada tataran yang sangat berat.

Baca Juga:  KPU Kaimana Mulai Dalami Berkas 17 Partai Politik

Meski demikian, tidak berarti masyarakat Kaimana kemudian apatis ketika mengetahui, melihat atau bahkan mengalami KDRT. Dengan adanya UU khusus terkait perlindungan anak dan perempuan, masyarakat diharapkan pro aktif melaksanakannya.

“Kalau dibandingkan dengan kabupaten lain, kita di Kaimana memang posisinya dibawah rata-rata atau boleh dibilang KDRTnya biasa-biasa saja, belum sampai pada kategori sangat parah. Artinya, tidak ada persoalan besar yang mengkuatirkan,” pungkasnya. (HAI/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!