Portal Berita Papua Barat

Masyarakat Kaimana Deklarasikan Anti Hoaks

0 51

- Advertisement -

Deklarasikan Anti Hoaks
Deklarasikan Anti Hoaks – Perwakilan elemen masyarakat Kaimana saat deklarasi anti hoax. (Foto: WIH/PBOKe)
Kaimana, Papuabaratoke.com – Deklarasikan Anti Hoaks.  Prihatin dengan penyebaran berita bohong atau hoaks yang marak di media sosial (medsos). Puluhan tokoh masyarakat mewakili seluruh elemen masyarakat di daerah ini mendeklarasikan komitmen bersama ‘Anti Hoaks’.

Kegiatan deklarasi ini dilaksanakan disela acara tatap muka kapolres bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan tentang berita hoaks di gedung pertemuan Distrik Kaimana di Jalan Lettu Idrus, Senin (12/3/2018).

“Belakangan ini berita-berita hoaks atau berita bohong sangat mengganggu isu nasional. Berita-berita ini cenderung menyebabkan disintegrasi bangsa dan dapat memecah persatuan dan kesatuan negara kesatuan Republik Indonesia,” kata kapolres Kaimana, AKBP Robert A.Pandiangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolres, Kompol La Nggia. Untuk itu, lanjut kapolres, komitmen bersama elemen masyarakat merupakan sebuah komitmen yang patut diapresiasi.

Dimana, komitmen ini secara tidak langsung ikut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

Adapun 5 butir komitmen deklarasi masyarakat , antara lain menolak segala bentuk berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, permusuhan, berlatar belakang suku, agama, ras dan antar golongan.

Berikutnya, menyampaikan berita yang benar sesuai dengan fakta yang terjadi dan tidak menyebar berita hoax dan fitnah, menggunakan media sosial secara bijak, santun dan benar.

Selanjutnya, mendukung Polri untuk menindak tegas pelaku penyebar hoaks, dan senantiasa menjaga situasi dan kondisi kota Kaimana tetap aman, damai dan kondusif.

”Terima kasih atas dukungannya kepada kepolisian dalam menegakkan hukum terhadap para pelaku hoaks. Berita hoaks bisa menyebabkan disintegrasi bangsa dan memecah persatuan dan kesatuan,” ujar kapolres.

Kapolres mengungkapkan telah banyak pelaku dan pengedar berita hoaks yang diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Langkah ini diambil karena berita yang disebarkan mengandung ujaran kebencian dan berpotensi menimbulkan permusuhan dengan latar belakang suku, agama, ras dan golongan.

Baca Juga:  Inisiatif Blue Carbon Turut Kembangkan Ekonomi Lokal Sembari Lestarikan Mangrove

Begitu maraknya berita-berita hoaks dengan ujaran kebencian, tambah kapolres, upaya penegakkan hukum yang sama juga akan dilakukan di kabupaten Kaimana, jika masyarakat tidak bijak menggunakan medsos.

“Kami berterima kasih karena masyarakat di kabupaten Kaimana telah berkomitmen menolak berita hoaks dan memastikan bahwa negara kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati,” pungkas AKBP Robert Pandiangan.

Penulis : Wih
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!