Portal Berita Papua Barat

Usai ke-18, Ganti Predikat Termiskin Dengan Sejahtera

2
Ganti Predikat Termiskin Dengan Sejahtera
Ganti Predikat Termiskin Dengan Sejahtera – tokoh masyarakat Kabupaten Kaimana, Martinus Furima
Kaimana, Papuabaratoke.com – Ganti Predikat Termiskin Dengan Sejahtera. Memasuki usia ke-18, Provinsi Papua Barat harus matang sesuai usianya. Potret kemiskinan yang menempatkan provinsi ke-33 di Indonesia ini pada urutan pertama se-Indonesia selama ini, diharapkan tidak lagi melekat. Predikat itu harus diganti dengan kata ‘sejahtera’ yang menjadi cita-cita pembangunan.

Hal itu diutarakan, Martinus Furima salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Kaimana. Ia juga seorang birokrat dengan jabatan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UMKM setempat. Saat ditemui PBOke (papuabaratoke.com), menurut Furima, usia 18 tahun merupakan usia yang sudah matang dalam catatan perjalanan pemerintahan. Dengan usia yang sudah tersebut, Papua Barat harus lebih maju dan berkembang.

Untuk itu, Pemimpin Papua Barat harus melakukan rekonsiliasi, konsolidasi serta koordinasi intens dengan seluruh bupati maupun walikota, agar ke depan Papua Barat tidak lagi menempati papan atas sebagai provinsi termiskin di Indonesia. “Dengan HUT ke-18 ini, kami harapkan Papua Barat tidak lagi ada dalam urutan pertama atau kedua daerah dengan kemiskinan tinggi, tetapi harus maju dan berkembang serta berkualitas dalam sistim pelayanan pemerintahan kepada masyarakat,” ujar Furima.

Kata dia, persoalan politik agar tidak dibawah dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan. Pemimpin harus bisa menjalin kerjasama yang baik serta merangkul seluruh masyarakat, agar cita-cita pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat dapat tercapai.

“Politik merusak banyak hal. Kalau boleh tinggalkan persoalan politik, semua harus kembali melihat dan mencari solusi bagaimana Papua Barat ke depan. Kita tidak bisa terus berada pada titik yang kurang menguntungkan seperti saat ini. Sudah saatnya Papua Barat bangkit dari keterbelakangan,” tegas putra asli Kaimana asal Teluk Arguni ini.

Baca Juga:  Masyarakat Kaimana Nikmati Pertalite

Furima juga mengajak seluruh masyarakat di Papua Barat, agar tidak lagi melakukan aksi yang menghambat jalannya pembangunan. Jika pola demontrasi, pemalangan atau tindakan anarkis lainnya masih dilakukan maka sampai kapan pun Papua Barat tidak akan maju. “Kita harus berpikir lebih maju, jangan lagi menyelesaikan masalah dengan kekerasan yang justru menimbulkan permasalahan baru,” pungkasnya. (HAI/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!