Portal Berita Papua Barat

Wabup Kaimana Ajak Perempuan Rubah Pola Pikir

0 31
Perempuan Rubah Pola Pikir
Perempuan Rubah Pola Pikir – Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa
Kaimana, Papuabaratoke.comPerempuan Rubah Pola Pikir. Kaum perempuan dituntut meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap hidup, untuk merubah pola pikir. Tiga hal itu merupakan modal agar bisa mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam yang tersdia di sekitar guna meningkatkan perekonomian keluarga.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kaimana Ismail Sirfefa ketika membuka pelatihan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga (PERT) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kaimana di salah satu hotel di daerah itu, Rabu (18/10/2017)

“Pelatihan ini ada nilai tambah dalam rangka meningkatkan knowledge tetapi juga skill dan attitude. Tiga kekuatan ini, baik pengetahuan, keterampilan dan sikap akan mengubah mindset berpikir kita dari yang belum ada menjadi ada, yang telah ada agar ditingkatkan dalam rangka memperbaiki kehidupan ekonomi rumah tangga,” kata wabup.

Pelatihan PERT ini melibatkan 50 peserta perwakilan dari 38 organisasi perempuan se-Kaimana. Hadir juga dalam kegiatan ini, Kepala DPPPA, Joice Tuanakota, Kepala Dinas Pendidikan Luther Rumpumbo, Kepala Dinas Sosial, Dionisius Murmana serta pajabat lainnya.

Hadir juga sebagai nara sumber dalam kegiatan ini adalah, Rini Yuli Budiastuti, Retno Wulandari serta Rina Oktariani, yang merupakan spesialis bidang manajemen keuangan.

Kata Wabup Sirfefa, PERT bertujuan meningkatkan kualitas hidup perempuan dalam upaya membangun perekonomian keluarga, meningkatkan kemampuan perempuan dalam merencanakan keuangan keluarga, dan meningkatkan kapasitas perempuan sebagai pembuat keputusan dalam mengelola ekonomi rumah tangga.

“Pelatihan pengelolaan ekonomi rumah tangga ini sinergis dengan visi Pemerintah Kabupaten Kaimana yakni pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan Kaimana yang sehat, cerdas, unggul dan sejahtera,” ungkanya lalu mengajak kaum perempuan untuk mengubah pola pikir.

Baca Juga:  Puluhan Bidan di Kaimana Dilatih Tangani Asfiksia

Untuk itu, Sirfefa berharap pelatihan ini bisa memotivasi kaum perempuan di daerah ini untuk meningkatkan produktivitas, dengan menciptakan produk-produk rumah tangga dalam rangka menjawab tuntutan pasar.

“Banyak peluang yang tidak dimanfaatkan akibat lemah dalam menganalisis peluang pasar. Konkritnya, pelaksanaan Pesparawi yang kurang lebih dihadiri 8000 orang. Mereka datang dengan uang tapi ibu-ibu ini tidak membacanya sebagai peluang pasar.

Beberapa waktu lalu ada pelatihan abon ikan, saat pelatihan semangat tetapi sebulan kemudian sepi dan hilang begitu saja,” ujar wabup lagi. (HAI/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com