Portal Berita Papua Barat

Warga Murano Panen 15 Ton Rumput Laut

0 130
Warga Murano Panen 15 Ton Rumput Laut
Warga Murano Panen 15 Ton Rumput Laut – (Photo Ilustrasi. sumber: algaeworld.org)
Kaimana, Papuabaratoke.comWarga Murano Panen 15 Ton Rumput Laut. Setelah sempat putus harapan akibat harga yang terlampau murah, masyarakat Kampung Murano, Distrik Kaimana yang tergabung dalam kelompok Murano Bay, akhirnya kembali bangkit mengembangkan usaha budi daya rumput laut.

Hasil budi daya rumput laut ini dalam skala besar. Di mana, Sabtu (23/9/2017) lalu, warga melakukan panen raya dengan hasil berat basah 15 ton dari lahan seluas 1,5 hektar. Pengembangan rumput laut di wilayah ini tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan tim kerja dari Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana. Selain Murano dan Foroma Jaya, komoditas ini juga dikembangkan di wilayah Marsi, Bicara, Maimai dan Namatota sebagai pilot project.

Ketua Kelompok Pembudidaya, Barnabas Nasua saat ditemui PBOke (papuabaratoke.com), Minggu (8/10/2017) mengaku puas dengan hasil panen saat ini. Ia mengatakan, pendampingan yang dilakukan tim dari Dinas Perikanan Kaimana selama ini, cukup memotivasinya untuk kembali bangkit mengembangkan komoditas rumput laut.

Dia mengatakan, kegiatan budidaya rumput laut ini, sempat mengalami kendala akibat keterbatasan sarana pendukung, namun kendala itu dapat teratasi dengan dukungan Dinas Perikanan. Dan, harapannya Pemerintah Daerah dapat membantu mencari peluang pasar agar masyarakat termotivasi untuk memaksimalkan budidaya.

“Saya sudah merasakan susah senangnya mengembangkan tanaman yang satu ini. Dulu memang pernah coba, tapi karena harganya kurang bagus, kita petani putus harapan. Setelah melihat hasil panen, saya tidak akan mundur lagi dan kami berharap pemerintah bisa bantu dalam hal pemasaran,” ucap Nabas – sapaan Barnabas.

Kepala Dinas Perikanan, Gustaf Werfete menjelaskan, budidaya rumput laut di wilayah Mairasi dilaksanakan pada 3 titik sebagai pilot project yakni; Murano dan Foroma Jaya, Marsi dan Bicara, serta Maimai dan Namatota.
Guna mendukung program ini, lanjut Gustaf, Dinas menempatkan tim pendamping pada setiap titik masing-masing dikoordinir oleh Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Pengawasan dan Kepala Bidang Produksi pada Dinas Perikanan.

Baca Juga:  Kontingen Tinju Kaimana Nantikan 5 Medali Emas Tambahan

Dikatakan, Murano juga menjadi sentra budidaya rumput laut. Yang dilakukan 3 kelompok, yakni Murano Bay dengan lahan seluas 3 hektar, Sambora 1 Hektar, dan Amoria 1,5 Hektar. Murano Bay merupakan kelompok pertama yang melakukan panen dengan berat 15 ton dari varietas Euceuma Cottoni. Bibit rumput laut yang dikembangkan ini didatangkan dari Letvuam, Maluku.

“Di Murano itu bibitnya 500 kg, hasilnya 15 ton basah dan keringnya diperkirakan 9 ton. Sejauh ini kendalanya hanya pada peluang pasar. Harga lokal untuk yang kering hanya berkisar Rp5000-6000 per kilo kering,” terangnya,
Gustam menambahkan, program Dinas ke depan tidak terbatas pada pendamping saja. Melainkan akan turun untuk ikut membantu masyarakat panen dan memasarkan komoditas tersebut. (HAI/PBOKe)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com