Portal Berita Papua Barat

52.000 Paket Filariasis Sudah Disdistribusikan ke 10 PKM

0 20
Paket Filariasis Sudah Disdistribusikan
Paket Filariasis Sudah Disdistribusikan – Kabid P2PL Dinas Kesehatan Kaimana, Drg. Aloysia Tri Ratnawati.(Photo: HAI/PBOke)
Kaimana, Papuabaratoke.comPaket Filariasis Sudah Disdistribusikan. Sekitar 52.000 paket obat filariasis sudah didistribusikan ke 10 Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) yang tersebar pada Tujuh wilayah distrik se-Kabupaten Kaimana. Paket obat akan dibagikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Kaimana, kecuali anak-anak kelompok umur Baduta (Bawah Dua Tahun).

Selain obat, kelambu juga akan diberikan secara gratis kepada setiap keluarga, yang disesuaikan dengan jumlah kelompok tidur. Demikian dikatakan, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, A. Tri Ratnawati disela Pencanangan Pemberian Kelambu Massal dan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis yang berlangsung di halaman Dinas Kesehatan, Senin (16/10/2017) .

Kata Ratna, jumlah sekitar 52.000 lebih paket obat filariasis ini, sudah dikurangi dengan jumlah anak berusia dibawah dua tahun dari total jumlah penduduk Kabupaten Kaimana. Obat-obatan ini lanjut Tri Ratnawati, telah didistribusikan sejak pekan lalu melalui 10 Puskesmas, untuk selanjutnya dibagikan secara merata kepada masyarakat melalui para kader yang sudah dibentuk.

“Paket obatnya sudah kami distribusikan sejak pekan lalu semua sampai ke puskesmas. Dan mulai hari ini, puskesmas melanjutkan pembagian kepada masyarakat baik langsung maupun melalui kader-kader mitra Dinas Kesehatan yang sudah terbentuk. Obat ini wajib diminum oleh semua warga masyarakat dengan dosis yang sudah ditentukan, kecuali kelompok anak Baduta,” terangnya.

Sedangkan kelambu, lanjut Ratna, juga akan dibagikan secara massal kepada setiap keluarga. Dengan jumlah per keluarga disesuaikan dengan kelompok tidur. Ia mengatakan, kelambu ikut dibagikan karena antara filariasis dan malaria yang disebabkan nyamuk, memiliki keterkaitan, di mana salah satu penyebab filariasis adalah nyamuk.

Baca Juga:  "Puskesmas Amban Dituduh Berikan Obat Kadaluarsa"

“Intinya setiap orang dan keluarga, selain minum obat, juga mendapatkan kelambu. Ini diberikan secara gratis dan serempak dalam satu pekan ini. Kalau dalam satu keluarga ada 3 atau 4 kelompok tidur, ya jumlah kelambunya disesuaikan. Setiap keluarga akan mendapatkan paket obat dan juga kelambu. Mengapa dapat obat dan kelambu karena ada keterkaitan antara filariasis dengan nyamuk,” pungkasnya. (HAI/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!