Portal Berita Papua Barat

Asmat Diserang Gizi Buruk, Fraksi Otsus PB Desak Kadinkes Diganti

0 79
Asmat Diserang Gizi Buruk
Asmat Diserang Gizi Buruk – Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yan Anthon Yoteni. (Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Asmat Diserang Gizi Buruk.  Gizi buruk dan Campak yang menyerang anak dan balita di Kabupaten Asmat Provinsi Papua mendapat tanggapan serius dari berbagai kalangan di tanah Papua.

Salah satu tanggapan ini datang dari Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yan Anthon Yoteni. Dia mengatakan, pemberitaan yang menyebutkan tentang 67 anak yang meninggal akibat gizi buruk sejak empat bulan terakhir yakni Oktober hingga Januari 2018 tentu dipertanyakan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan dan asupan makanan yang bergizi kepada anak dan balita disana (Asmat, red) tak maksimal sehingga menyebabkan lahirnya korban meninggal.

Kata Yoteni, sebaiknya Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Asmat dan Kadinkes Provinsi Papua diganti, karena dinilai tidak peka melihat persoalan kesehatan sampai ke daerah tepencil di distrik dan kampung yang ada di kabupaten Asmat.

“Kadinkes di Asmat dan Provinsi diganti saja, mereka tidak bisa maksimal turun ke kampung dan distrik memastikan pelayanan kesehatan, bahkan mungkin saja ketersediaan obat kepada masyarakat tidak diperhatikan,” kata Yoteni melalui sambungan telepon, Kamis (18/1/2018).

Ia mengutarakan bahwa kejadian luar biasa (KLB) karena campak dan gizi buruk di Asmat Papua sangat disayangkan sekali, sebab masa di era otonomi khusus bukan sejahterakan masyarakat asli Papua, namun membunuh masyarakat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa balita dan anak yang meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk mengalami peningkatan sejak September 2017 hingga 16 Januari 2018 dari 63 anak dan balita menjadi 67.

Sedangkan delapan distrik yang mengalami musibah campak dan gizi buruk dari 19 distrik antara lain yakni Swator, Aswi, Akat Fayit, Pulau Tiga, Kolf Braza, Jetsy dan Siret.

Baca Juga:  GMNI Manokwari Turun ke Jalan Galang Peduli Asmat

Tanggapan lain dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan, dimana ia berpendapat bahwa petugas kesehatan disana terlambat melakukan tindakan. Bahkan bisa terjadi dikarenakan laporan Dinkes setempat tak sampai, termasuk mungkin saja tidak ada tenaga kesehatan yang di tempat tugas.

“Bisa saja tidak ada petugas dan tidak peka terhadap lingkungan masyarakat sehingga kajadian gizi buruk bisa menyerang anak dan balita hingga meninggal,” tambah Parorongan.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!