Portal Berita Papua Barat

Berada di Perbatasan Kaimana – Teluk Wondama, 166 Jiwa di Kampung Sulit Akses Layanan Kesehatan

0 47
Sulit Akses Layanan Kesehatan
Sulit Akses Layanan Kesehatan – Pelayanan Kesehatan bagi Warga Kampung Muri yang Dilakukan Tim Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama. (Foto: Vio/PBOKe)

Wasior, Papuabaratoke.com – Sulit Akses Layanan Kesehatan.  Mendapatkan pelayanan maksimal di bidang kesehatan bagi warga yang tinggal di wilayah terpencil adalah suatu dambaan.

Meski demikian, pelayanan ini masih menjadi permasalahan mendasar. Seperti yang dirasakan masyarakat di Kampung Muri, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana. Pasalnya, kampung yang dihuni oleh sebanyak 116 jiwa ini, sangat jarang sekali tersentuh layanan kesehatan.

Ini dibuktikan saat Tim Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama melaksanakan pengobatan massal di daerah itu. Diketahui, banyak anak dan balita belum mendapatkan pelayanan imunisasi, seperti imunisasi campak.

Padahal tanpa imunisasi anak-anak sangat rentan terjangkit virus campak yang bisa merenggut nyawa mereka. Kejadian ini masih hangat di benak kita, puluhan anak-anak meninggal karena campak dan gizi buruk – yang terjadi di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Pengobatan massal ini merupakan bagian dari bakti sosial yang digelar komunitas motor Wondama Trail Club (WTC) ke kampung yang berada di perbatasan Kabupaten Kaimana dengan Kabupaten Teluk Wondama.

Ketua tim pelayanan, Hanok Waprak kepada PBOke (papuabaratoke.com) menuturkan, setelah melihat kondisi kesehatan masyarakat, pihaknya langsung memberikan imunisasi campak kepada anak-anak setempat yang belum mendapatkan imunisasi.

“Kami juga berikan imunisasi untuk anak-anak. Karena kita takut jangan sampai seperti di Kabupaten Asmat, anak-anak ini bisa kena campak. Jadi lebih bagus kita berikan pencegahan daripada mereka sampai kena,“ jelas Waprak.

Sehari-hari, Waprak menjabat sebagai Kepala Bidang P2M (Pemberantasan Penyakit Menular) Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama. Pengobatan ke daerah-daerah perbatasan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala Kampung Muri Jitro Samiata membenarkan warganya termasuk anak-anak dan balita sangat jarang mendapat layanan kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Kaimana.

Baca Juga:  Asyik…Tunjangan ASN di Teluk Wondama Naik per Januari 2018

Di kampung berpenduduk 116 jiwa ini sebenarnya sudah tersedia Puskesmas Pembantu. Namun, pelayanan kesehatan tidak berjalan karena petugas medis tidak pernah ada di tempat.

“Paling datang (tim kesehatan) satu kali satu tahun. Jadi disini banyak anak-anak meninggal sewaktu dilahirkan. Banyak ibu-ibu juga tidak bisa punya anak, tidak tahu kenapa bisa seperti itu, “ ujar Jitro.

Sulit Akses Layanan Kesehatan
Sulit Akses Layanan Kesehatan – Anak-anak Kampung Muri Kabupaten Kaimana Sedang Mengikuti Kegiatan Mewarnai. Mereka Umumnya Belum Mendapat Imunisasi Campak. (Foto: Vio/PBOKe)

Tim kesehatan juga berhasil mengindentifikasi salah seorang warga Kampung Muri yang positif menderita filariasis atau penyakit kaki gajah. Sementara, tiga orang lain menderita frambosia, yakni luka menahun yang tak kunjung sembuh.

Dalam bahasa lokal penyakit jenis ini dikenal dengan sebutan ‘boba’. “Dari hasil pemeriksaan malaria di sini malah tidak ditemukan malaria. Kebanyakan penyakit kulit seperti Kaskadu (kulit korengan dan bersisik putih),“ imbuh Waprak.

Penulis : Vio
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!