Portal Berita Papua Barat

“Eduard Mandacan” di Diagnosa Marasmus, Ini Penjelasan Dinkes PB

0 110
Eduard Mandacan
Eduard Mandacan – Tim petugas Dinkes Kabupaten Manokwari dan Dinkes Provinsi Papua Barat serta Puskemas Amban, saat mengunjungi Pasien Eduard Mandacan (5) warga Kampung Pami, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, yangdidiognosa menderita Maramus atau kurang Gizi.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Eduard Mandacan.  Pasien Eduard Mandacan (5) warga Kampung Pami, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, didiognosa menderita Maramus atau kurang Gizi.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat, Otto Parorongan, usai mendaptkan pejelasan secara konkri dari tim kesehatan saat mengunjungi pasien tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh tim petugas Dinkes Kabupaten Manokwari dan Dinkes Provinsi Papua Barat serta Puskemas Amban.

Hasil kunjungan itu selain melakukan pendekatan kepada keluarga pasien, sekaligus membujuk keluarga pasien agar pasien Eduarda Mandacan bisa diantar berobat. Setelah mendapat persetujuan keluarga, petugas dari kesehatan megantar pasien ke Puskemas Amban untuk bisa mendapat pengobatan khusus.

Kepala Dinkes Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan kepada Papuabaratoke.com, Kamis (22/2/2018), menjelaskan, berdasarkan riwayat kesehatan pasien Eduard Mandacan bahwa, sejak lahir sangat normal dan berat badan 3000 gram, panjang 50 cm. Namun sejalan dengan itu, sekitar setahun lalu, pasien jatuh sakit (Muntah dan diare).

Kemudian pada saat itu lanjut Parorongan, mengisahkan, pasien sempat dirawat di RSUD Manokwari selama 6 hari, karena dianggap sudah sembuh, maka pasien diijinkan pulang oleh dokter yang merawatnya. Akan tetapi setelah pulang, anak itu berat badan mulai menurun dan lemah sehingga diambil kembali ke Puskemas Amban untuk diperiksa.

Kata Parorongan, saat di Puskesmas pasien direkomendasikan untuk dirujuk ke RSUD untuk berobat, namun karena keluarga merasa keberatan terutama dalam pembiayaan, meskipun pasien dan ibunya ditanggung oleh BPJS, tetapi biaya lain diluar tanggungjawab BPJS sehingga menjadi pertimbangan lain oleh keluarga dan menyebabkan pasien tak mengikuti sesuai petunjuk Puskesmas Amban.

Mengigat kondisi pasien meulai menurun, maka petugas dari tim kesehatan mengambil langkah cepat dan mengunjungi rumah keluarga pasien, selanjutnya membawa pasien Eduard Mandacan ke RSUD Manokwari untuk mendapat pengobatan serius sejak 21 Februari 2018 lalu.

Lanjut Parorongan, secara kasat mata dan sesuai pemeriksaan petugas kesehatan ditangani dr Xaviera dan dr Hesli Rapakdari puskesmas Amban diakui bahwa, kondisi pasien tak bisa duduk, lemas pucat, kaku, dingin, tungkai atas tungkai bawah mengecil dan respon menelan baik dan berat badan 5,5 kg dan panjang badan 86 cm.

Sementara dari laporan tim kesehatan mengklaim bahwa hasil pemeriksaan, pasien didiagnosa Marasmus (Kurang gizi), maka langsung dirujuk ke RSUD, dan sekarang ini pasien masih dirawat inap di RSUD Manokwari untuk melihat perkembangan pasien kedepan.

Parorongan menambahkan bahwa, pasien bukan terkena gizi buruk, namun diagnose Marasmu atau dengan kata lain kurang gizi. Akan tetapi saat ini pasien Eduard Mandacan sudah ditangani sambil melihat perkembangan kesehatannya.

Pasalnya, kalau memang tidak ada perubahan, maka pasien akan dirujuk berobat keluar Manokwari.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com