Portal Berita Papua Barat

Kadinkes Parorongan: Dua Pasien Gizi Buruk di Raja Ampat Masih Ditangani

0 178
Pasien Gizi Buruk di Raja Ampat
Pasien Gizi Buruk di Raja Ampat – Otto Parorongan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat. (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pasien Gizi Buruk di Raja Ampat.  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua Barat Otto Parorongan membenarkan bahwa telah menerima laporan dari Kabupaten Raja Ampat tentang dua pasien kakak beradik atas nama Gideon Mambrasar (7) dan Andarias Mambrasar (9) anak dari orangtua Laurens Mambrasar yang terkena gizi buruk.

Menurut laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Raja Ampat, Ferry Rumsowek kepada Dinkes Papua Barat bahwa tim kesehatan setempat sudah berada di rumah keluarga pasien di kampung Saporken Distrik Waigeo Selatan, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat sejak Senin, 26 Februari 2018.

Kadis Otto Parorongan menerangkan bahwa, setelah kembali tim kesehatan dari lokasi ia akan mengup date informasi perkembangan penanganan kesehatan pasien tersebut.
Ditanya adanya informasi salah satu media menyebutkan bahwa kedua pasien kaka beradik itu mengalami gizi buruk, menurut Otto Parorongan bahwa diagnoas dari dokter yang memeriksa kondisi kesehatan pasien saat ini di lokasi belum menyampaikan penyakit yang di alami kedua pasien tersebut.

“Saat ini dinas kesehatan Raja Ampat bersama Sekda Raja Ampat sudah berada di lokasi sehingga kami belum memastikan penyakit yang diderita kedua pasien tersebut, meskipun informasinya adalah gizi buruk, namun tim kesehatan di lokasi belum laporkan perkembangan kesehatan kedua pasien tersebut,” kata Parorongan kepada Papuabaratoke.com, Selasa (27/2/2018).

Dikatakan Parorongan bahwa informasi perkembangan kesehatan kedua pasien akan disampaikan ke public, sebab saat ini pemerintah setempat sudah mengambil langkah penanganan pasien. Dia menambahkan bahwa pada tahun 2014 silam kedua pasien itu sudah mendapat penanganan kesehatan, namun kembali sakit.

Berdasarkan informasi yang rangkum dari beberapa sumber informasi kepada papuabaratoke.com menyebutkan bahwa, kedua pasien itu sudah pernah berobat di Puskemas, RS Raja Ampat dan Kota Sorong, namun karena terbentur biaya maka pengobatan tidak lagi dilanjutkan.

Baca Juga:  Perindo Papua Barat Target 3 Besar di Pemilu 2019
Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!