Portal Berita Papua Barat

Kemenkes dan KPK Sepakat Perangi Kecurangan JKN-KIS

0 20

Manokwari, Papuabaratoke.com – BPJS Kesehatan berupaya mencegah potensi kecurangan alias fraud, dengan memperkuat sinergi bersama Komisi Pencegahan Korupsi (KPK). Kerjasama ini dilakukan dengan membentuk tim pengawas bersama.

“Tim pengawas tersebut terdiri atas Koordinator, Kelompok Kerja Pencegahan Kecurangan dalam JKN, Kelompok Kerja Deteksi Kecurangan dalam JKN, dan Kelompok Kerja Penyelesaian Kecurangan dalam JKN,“ kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, melalui rilis kepada PBOke, Rabu (19 Juli 2017).

Hal ini dipastikan melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama tentang Tik Bersama Penanganan Kecurangan dalam Program JKN, oleh Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek dan Ketua KPK, Agus Rahardjo.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 36 Tahun 2015, terdapat berbagai pihak yang berpotensi melakukan kecurangan dalam program JKN-KIS. Mulai dari peserta, fasilitas kesehatan, hingga penyedia obat dan alat kesehatan.

Selain koordinasi pelaksanaan pedoman, tugas koordintor dalam tim pengawas juga menganalisis data kecurangan.

Sementara, kelompok kerja bertugas menyusun pedoman pencegahan untuk fasilitas kesehatan.

Termasuk pula kelompok kerja deteksi kecurangan JKN bertugas menyusun pedoman mencakup, tata cara pertukaran data dan potensi kecurangan data. Khusus kelompok kerja penyelesaian kecurangan bertugas menyelesaikan dan menerapkan sanksi.

“Kami fokus menjalankan good governance. BPJS Kesehatan tidak berjalan sendiri dalam mengelola program JKN-KIS, melainkan diawasi banyak pihak,” ujar Fachmi.

Tingkat satuan pengawas itu diantaranya, Satuan Pengawas Internal (SPI), Dewan Pengawas, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Keuangan (BPK), hingga KPK.

“Setiap tahun kami diaudit Kantor Akuntan Publik independen dan sudah 25 kali mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) jika dihitung sejak PT Askes (Persero),” papar Fachmi.

BPJS Kesehatan juga membentuk Tim Anti Fraud serta mengembangkan sistem teknologi informasi yang dapat mencegah dan mendeteksi berbagai indikasi potensi kecurangan. (*/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com