Portal Berita Papua Barat

Miris, Nyawa Pasien dari Kampung Sandei Tergantung BBM Dan Cuaca Di Laut

2
Pustu (Puskesmas Pembantu) Kampung Sandei, Distrik Windesi yang sudah tidak berfungsi
Pustu (Puskesmas Pembantu) Kampung Sandei, Distrik Windesi yang sudah tidak berfungsi

Wasior, Papuabaratoke.com – Dalam 5 tahun terakhir, masyarakat Kampung Sandei, Distrik Windesi, nyaris tak pernah mendapat pelayanan kesehatan.

Petugas medis di Pustu (Puskesmas Pembantu) Sandei, sudah sejak lama tidak berada di tempat. Warga setempat pun hanya bisa memandang bangunan Pustu yang kosong melompong dengan kondisi yang tak terurus.
“Sejak 2012 petugas tidak ada” aku Kepala Kampung Sandei Korneles Sawasemariai di Sandei, Senin (14 Agustus 2017). Ketika ada yang sakit, warga terpaksa membawa menyeberang lautan untuk mendapat perawatan di pusat layanan kesehatan di Windesi atau ke kota Wasior.

Akses keluar masuk yang hanya bisa lewat laut membuat kesulitan warga semakin bertambah. Mereka harus bergantung pada kondisi cuaca juga ketersediaan BBM.
Tak jarang ada pasien yang harus kehilangan nyawa akibat terlambat mendapat perawatan medis. Korneles berharap Dinas Kesehatan segera menempatkan petugas medis di Pustu Sandei agar setiap waktu masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan.

“Ya, kami harap Dinas Kesehatan perhatian kami ini. Jangan sampai ada masyarakat yang sakit kita bawa sampai ke tengah situ (laut) langsung meninggal lagi,” ucap Korneles yang mengaku sudah beberapa kali menyampaikan permohonan penempatan petugas medis dalam forum Musrenbang distrik.

Sandei sendiri merupakan kampung kecil di pesisir Teluk Cenderawasih. Waktu tempuh ke kampung yang dihuni 60 KK ini lebih kurang 60 menit dari kota Wasior menggunakan perahu bermotor.
Eva Paduai, warga Sandei, juga kecewa karena mereka tidak lagi mendapat layanan medis dari Pustu dalam waktu yang cukup lama.

“ Kalau anak-anak kecil sakit atau ibu-ibu yang mau melahirkan kitorang di sini harus lewat laut. Kalau ada minyak (BBM) boleh, kalau tidak berarti kitong naik ‘kapal hitam’ (peti mati) sudah,” timpalnya.
Kepala Dinas Kesehatan Dominggus Yoteni sebelumnya mengatakan pihaknya telah menempatkan petugas pada setiap Pustu bahkan Polinde. Hanya saja, oknum petugas yang ditugaskan kerap kali mengabaikan tugas yang telah dipercayakan. (VIO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!