Portal Berita Papua Barat

Puluhan Bidan di Kaimana Dilatih Tangani Asfiksia

0 28
Bidan di Kaimana Dilatih Tangani Asfiksia
Bidan di Kaimana Dilatih Tangani Asfiksia – Bidan di Kabupaten Kaimana pada Pelatihan Penanganan Asfiksia bertempat di Aula Puskesmas Kaimana, 19-21 Oktober 2017.
Kaimana, papuabaratoke.comBidan di Kaimana Dilatih Tangani Asfiksia. Sebanyak 45 bidan yang terdiri dari bidan penanggungjawab pemegang program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), bidan ruang bersalin dan perinatologi RSUD, bidan Puskesmas, BP Misi, BPS (Bidan Praktek Swasta), Bidan Pustu dan Polindes di Kabupaten mendapat pelatihan penanganan Asfiksia.

Ketua Panitia Pelaksana kegiatan pelatihan, Maria Katarina Adopak mengatakan, pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan petugas tentang penanganan asfiksia. Sehingga bisa menurunkan angka kematian bayi baru lahri.
“Yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan pengetahuan dam keterampilan petugas khususnya bidan, dalam upaya menurunkan angka kematian bayi,” ujar Adopak yang juga menjabat Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana ini.

Selain itu, lanjut Maria, pelatihan juga bertujuan meningkatkan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, dan dalam pengambilan keputusan untuk memberikan pelayanan yang tepat dan cepat pada bayi baru lahir.

Asfiksia merupakan keadaan gawat darurat bayi baru lahir berupa depresi pernapasan yang berlanjut, sehingga menimbulkan berbagai komplikasi. “Ini paling sering terjadi pada periode segera setelah lahir, sehingga pengetahuan para petugas perlu ditingkatkan karena penyebab terbanyak kematian bayi adalah asfiksia, bayi berat lahir rendah dan infeksi,” ungkap Maria.

Di Kabupaten Kaimana catat angka kematian bayi baru lahir masih tinggi. Tahun 2014 terdapat 13 kasus, di 2015 bertambah menjadi 22 kasus, dan 2016 menjadi 24 kasus. Namun, tahun 2017 turun menjadi 14 kasus saja, dengan penyebab tertingginya adalah asfiksia.

Baca Juga:  Dituntut Inovasi Pelaku Usaha AMIU

Selain itu, tambah Ketua IBI Kaimana ini, diharapkan peserta dapat mengerti tugas utamanya dalam memberikan pelayanan kepada bayi baru lahir secara optimal dan sesuai standar pelayanan, sehingga dapat menurunkan angka kematian bayi baru lahir, lebih khusus di Kabupaten Kaimana.

Di mana, petugas kesehatan, seperti bidan akan menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan dan menekan angka kematian akibat asfiksia. Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, spesialis anak dr.Dandan M dan dr. Revolita Karmila, Bidan Lisa Saba, Bidan Siti Fatimah Kurita (Kepala Ruang Bersalin RSUD), Bidan Wahalima (Kepala Ruang Perinatal), Bidan Tifmawati dan Bidan Irma Halim. (HAI/PBOKe)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!