Portal Berita Papua Barat

Punya Pustu dan Polindes, Warga Justru Keluhkan Pelayanan Kesehatan

2


Wasior, Papuabaratoke.com – Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) maupun Polindes, ternyata belum menjamin pelayanan kesehatan di Kabupaten Teluk Wondama.

Warga di kampung-kampung justru mengeluhkan minimnya layanan kesehatan karena banyak petugas medis yang sering tidak berada di tempat. Ada pula sejumlah Pustu yang tutup hingga berbulan-bulan bahkan sampai tahunan.
Keluhan tersebut disampaikan warga pada acara Lokakarya Mini Lintas Sektor yang digelar Puskesmas Wasior di aula Kantor Distrik Wasior, Kamis (24 Agustus 2017).

Di kampung Maimari misalnya, menurut Sekretaris Kampung, Yan Piet Marani, Pustu di kampungnya kosong karena tak ada petugas dalam beberapa bulan terakhir. Jika ingin memeriksa kesehatan, warga terpaksa ke Puskesmas Wasior, dengan jarak kurang lebih 7 Km.

Situasi serupa juga terjadi di Kampung Rado, yang oleh Kepala Kampungnya, Lodewik Manaruri, mengkritisi petugas medis di Pustu Rado yang tidak menetap.

“Kami harap petugas medis itu tinggal di kampung, sehingga selalu bersama-sama masyarakat. Jangan dia tugas di Rado, tapi tinggalnya di Wondiboi,” bebernya.

Ketiadaan petugas medis juga dirasakan warga di Kampung Nanimori, Distrik Kuri Wamesa. M. Sorbu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, mengaku banyak petugas medis yang tidak menjalankan tugas pelayanan dengan baik.

“Kita lakukan rotasi dan rolling, supaya yang belum ada petugas disitu, kita tempatkan. Kita sudah ada tambahan 22 bidan yang sudah berstatus CPNS. Nanti kita atur penempatan di semua wilayah yang membutuhkan,” terang Sorbu. (VIO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!