Portal Berita Papua Barat

Tarian Perang Flobamora NTT, Warnai Parade Budaya Nusantara Papua Barat

0 22
Parade Budaya Nusantara Papua Barat
Parade Budaya Nusantara Papua Barat – Tarian perang yang ditampilkan keluarga besar kerukunan Flobamora NTT mampu mewarnai gelaran parade budaya nusantara Papua Barat, Selasa (6/2/2018) kemarin. (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Parade Budaya Nusantara Papua Barat.  Tarian perang yang ditampilkan keluarga besar kerukunan Flobamora NTT mampu mewarnai gelaran parade budaya nusantara Papua Barat, Selasa (6/2/2018) kemarin.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, parade yang memperingati hari ulang tahun seni budaya Papua Barat ke-15 tahun ini, mengambil titik star di lingkungan RSAL Manokwari dan berakhir di lapangan Borasi dan dilepas oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhamad Lakotani.

Pergelaran (Parade seni budaya nusantara, red) ini diikuti oleh puluhan suku yang terhimpun dalam berbagai kerukunan yang ada di Papua Barat. Tak hanya itu, suku-suku lainnya di luar Papua dan dari sanggar-sanggar tari, persatuan dharma Papua Barat pun ikut meramaikan.

Ketua Ikatan Flobamora NTT di Papua Barat, Clinton C. Tallo menuturkan Hedung atau tarian perang suku, tarian tersebut berasal dari flores timur NTT dimana dahulu digunakan sebagai tarian yang mengawali perang.

“Dalam parade seni budaya ini, sengaja kita tampilkan untuk mengenang tua adat leluhur kala itu. Dan memiliki makna kebersamaan, kekompakan, dalam menghadapi lawan. Nilai filosofisnya adalah kebersamaan itulah yang kami angkat,” terang Clinton.

Selain itu tarian perang atau Hedong ini, juga biasa ditampilkan saat penjemputan para tamu undangan terhormat. Diantaranya sebut dia, tokoh-tokoh adat, gubernur dan pimpinan terhormat lainnya.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com, ikatan keluarga besar Flobamora NTT di Papua Barat tak hanya menampilkan tarian hedong, tetapi juga rumah adat yang diarak-arakan dari titik star angkatan laut distrik Manokwari barat, dengan menggunakan mobil dan di dalam rumah tersebut ada di isi dengan tua adat.

Clinton Tallo menuturkan di dalam rumah adat kepala tungku (Suku), ini menggambarkan tentang bagaimana dulu rumah adat dari Bajawa, NTT, sebagai wadah, rumah, tempat berkumpul tua-tua melakukan upacara ritual adat.

Baca Juga:  MUI Papua Barat Gelar Nobar Film G30/S-PKI

Yakni untuk berkomunikasi dengan para leluhur meminta semua hal. Dimisalkanya, ialah mengucap syukur atas hasil panen atau meminta pertolongan leluhur.

Parade Budaya Nusantara Papua Barat
Parade Budaya Nusantara Papua Barat – Ketua Ikatan Flobamora NTT di Papua Barat, Clinton C. Tallo (Kiri) bersama Wakil Gubernur Papua Barat, Muhamad Lakotani (Kanan) asyik menikmati Tarian perang yang ditampilkan keluarga besar kerukunan Flobamora NTT pada gelaran parade budaya nusantara Papua Barat, Selasa (6/2/2018) kemarin. (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

Gustaf ketua Flobamora NTT Kabupaten Manokwari mengatakan, warga NTT yang terlibat dalam parade Seni budaya nusantara ini sekira 300 orang dari semua tungku (Suku), Flobamora NTT di Papua Barat.

Tarian perang yang dibawakan kerukunan Flobamora NTT dan parade rumah adat tersebut ditampilkan di depan wakil gubernur Papua Barat Muhamad Lakotani, asisten satu bidang pemerintahan dan otsus, Musa Kamudi, Staf ahli bidang Ekonomi Niko Uttung Tike, serta disaksikan ribuan masyarakat sepanjang menuju titik finis lapangan Borasi.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!