Portal Berita Papua Barat

2 Minggu SMA N 4 Klamono di Palang, DPR-PB Desak Pemda Sorong Cari Solusi

0 35
SMA N 4 Klamono di Palang
SMA N 4 Klamono di Palang – Wakil Ketua DPR Papua Barat,, Ranley Mansawan.(Foto: Razid/PBOKe)
Sorong, Papuabaratoke.com – SMA N 4 Klamono di Palang.  Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB) mendesak pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sorong mencari solusi terkait pemalangan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 di Klamono, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Pasalnya SMA N 4 Klamono ini sudah 2 minggu dipalang oleh pemilik hak ulayat. Akibat pemalangan tersebut, aktivitas belajar mengajar tak berjalan normal sebagaimana biasanya.

Pemalangan itu dilakukan berkaitan dengan adanya belum dibayarnya tanah yang dibangun gedung tersebut. Untuk menjawab pembayaran tersebut, pemilik hak ulayat sudah melakukan koordinasi dan komunikasi bersama pemerintah Kabsor, namun belum terelisasi.

Wakil Ketua DPR Papua Barat Ranley Mansawan yang menerima informasi ihwal pemalangan itu menjelaskan, semestinya pemda setempat menyelesaikan apa yang menjadi hak masyarakat setempat agar proses belajar mengajar di SMA N 4 Klamono dapat berjalan kembali dengan lancar.

Menurut Mansawan, secara administrasi SMA sudah menjadi tanggung jawab pemerintah Provinsi Papua Barat, namun gedung dan tanah harusnya menjadi tanggung jawab pemda Kabsor agar menyelesaikan apa yang menjadi persoalan tersebut.

“Kalau sampai dibiarkan terus menerus begini nanti anak-anak yang belajar disana rugi, bahkan SDM (sumber daya manusia) disana mau maju bagaimana kalau aktivitas persekolahan disana dilumpuhkan akibat pemalangan tersebut,” katanya kepada Papuabaratoke.com, Senin (16/4/2018).

Baca Juga:  SD YPPK Weriagar Teluk Bintuni Dipalang, Disdik Diminta Cari Solusi

Menurut informasi yang diperoleh bahwa masyarakat pemilik hak ulayat minta dibayar 500 juta, namun hingga sampai sekarang belum direspon pemerintah daerah. Akibat menunggu janji tersebut, masyarakat pun memalang sekolah tersebut.

Anggota Komisi A DPR Papua Barat Arifin, SE yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku bahwa belum mendapat informasi tentang pemalangan SMA tersebut. Ia pun mengaku baru tahu setelah dikonfirmasi, namun untuk menyelesaikan persoalan itu perlu disikapi agar siswa/I disana jangan sampai menjadi korban.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com