Portal Berita Papua Barat

2018, BKSDA Papua Barat Akan Dongkrak Peningkatan Destinasi Pariwisata

0 51
BKSDA Papua Barat
BKSDA Papua Barat – Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R.Basar Manulung.(Foto: Sumarni/PBOKe)
Sorong, Papuabaratoke.com – BKSDA Papua Barat.  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua Barat, di tahun 2018 ini akan fokus mendongkrak peningkatkan sektor destinasi pariwisata.

Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R.Basar Manulung mengatakan, hal ini perlu diawali dengan menjaga danmembangun keseimbangan konservasi alam di Papua Barat.

Untuk itu, perlu mengupayakan restorasi pemilihan hutan. Meskipun disadari upaya melakukan restorasi pemilihan hutan membutuhkan proses yang sangat panjang.

Sebab kontes hutan di Papua Barat kawasan konservasi bagian dari hutan. Oleh karenanya, kawasan hutan di Papua Barat tak ada perbedaan penilaian mengingat kawasan hutan di Provinsi Papua Barat telah dideklarasikan sebagai kawasan konservasi yang tak hanya dijadikan simbol atau slogan.

“Untuk itu, perioritas sektor parawisata di Papua Barat adalah untuk menyuskeskan program nasional sesuai amanat balai BKSDA Pusat dalam amanatnya berharap di tahun 2018, balai besar KSDA Papua Barat mengupayakan mendongkrak sektor parawisata di tanah Papua,” ujar Manulung saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/3/2018).

Baca Juga:  Dongkrak PAD, Pengelolaan Pariwisata di Papua Barat Butuh Kekompakan

Tak hanya itu, balai besar KSDA Pusat juga dalam amanatnya berharap di tahun 2018 program perioritas nasional bisa menjadikan indonesia sebagai target desnitasi wisata dunia dengan bermodalkan kekayaan dan keindahan alam.

“Karena itu, di Papua Barat perioritas nasional masih kendala, karena luas kawasan konserfasi di Papua mencapai 1.753 hektar dan sebagian itu termasuk cagar alam yang ada di dalamnya. Maka program kerja tahun 2015 -2019 akan difokuskan periode lima tahun,” pintanya.

Selain itu peranan balai besar KSDA dalam melindungi satwa dan flora dari aktifitas ilegal rentang terjadi. Sebab itu langkah yang akan diambil perlu melakukan sosialisasi terutama kader konservasi baik sasarannya SMA dan Mahasiswa serta mamperdayakan masyarakat sebagai mitra kerja.

“Untuk melindungi satwa dan flora di Papua Barat serta kelestarian ekosistem, kami sudah menandatangani deklarasi bersama Pangdam, Kapolda dan Lantamal dimaksud guna menekan angka aktifitas illegal terhadap satwa di kawan huta,” pungkas Manulung.

Penulis : Sumarni
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!