Portal Berita Papua Barat

Oknum Pejabat Di Mansel Diduga Halangi Kerja Pers

0 11

Bustam, Plt. Ketua PWI Provinsi Papua Barat

Ransiki, Papuabaratoke.comTindakan tidak mengenakan dialami dua pekerja pers di Kabupaten Manokwai Selatan, saat mewawancarai Staf Khusus Balai Jalan Nasional Wilayah XVII  Papua Barat. Kamis (13 Juli 2017)

Saat asyik melontarkan pertanyaan, kedua pekerja pers ini tiba-tiba diminta berhenti oleh oknum pejabat dengan alasan waktunya jam makan.

Ia memanggil nama salah satu wartawan sambil menunjuk antrian orang di meja makan di ruang pertemuan Kantor Bupati Mansel.

Tindakan ini dinilai oleh kedua wartawan dan sejumlah rekan seprofesi lainnya yang saat itu berada  di lokasi, merupakan upaya menghalangi kerja pers. Pasalnya, ada sejumlah materi yang hendak disampaikan terkait peningkatan Jalan Trans Papua barat, Anggi-Ransiki, Warmare dan Manokwari.

Sebelum meninggalkan ruangan, salah satu wartawan media cetak sempat bertemu oknum pejabat dan menyampaikan maksud wawancara tadi.

Menurutnya, nara sumber bersedia diwawancarai karena sebelumnya sudah meminta ijin. Jika memang ingin makan, pasti sudah disampaikan oleh nara sumber itu.

Namun oknum pejabat ini menilai waktu wawancara tidak tepat karena bertepatan dengan jam makan siang. “Kamu juga wawancara pas jam makan siang,” timpal oknum pejabat ini.

Menanggapi perihal tersebut, PLT Ketua PWI Provinsi Papua Barat, Bustam, ST, menyayangkan sikap oknum pejabat itu, karena sesi wawancara dinilai tak menghambat jadwal makan siang nara sumber.

Apalagi, informasi yang diberikan nara sumber tentu dinantikan publik, termasuk pernyataan atau komitmen dalam hal ini menjalankan kegiatan AMDAL.

“Waktu untuk wawancara juga hanya beberapa menit. Itu tidak akan membuat nara sumber pingsan. Jawaban nara sumber penting untuk memastikan kegiatan AMDAL tidak berdampak kedepan,” paparnya.

Bustam juga menyebut tindakan oknum pejabat seperti itu masuk dalam kategori meghalangi kerja pers. Dalam Pasal 4 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 disebutkan, menghalangi tugas jurnalis bisa dikenakan sangsi pidana 2 tahun dan denda Rp.500 Juta.

Baca Juga:  Karena Suwanggi, 3 Rumah Ludes Dibakar di Distrik Tanah Rubuh

“Hargai dan mengerti kinerja jurnalis di Papua Barat, termasuk di Mansel. Jangan semena-mena menghalangi atau menghentikan tugas jurnalis,” tegasnya. (CMT/PBOKe)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!