Portal Berita Papua Barat

Angin Kencang dan Gelombang Pasang Hantam Puluhan Rumah Warga Kompleks Biryosi

0 1
Gelombang Pasang
Kalaksa BPBD Provinsi Papua Barat (batik biru lengan panjang), Derek Ampnir dan Anggota DPR Papua Barat daerah pemilihan Manokwari, Jhon Dimara ketika meninjau lokasi pemukiman warga di Kompleks Biryosi (Photo : Istimewa)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Angin kencang dan gelombang pasang yang terjadi di perairan Manokwari, Jumat (8/9/2017) dini hari hingga pagi hari menyebabkan kerusakan sebanyak 50 rumah warga di Kompleks Biryosi, Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir dikonfirmasi, mengatakan puluhan rumah warga di kompleks tersebut terpapar gelombang pasang akibat tidak adanya talud sebagai pengaman pantai. Ditambah lagi jarak rumah warga dengan bibir pantai yang sangat dekat.

Gelombang Pasang

“Peristiwanya terjadi sekira pukul 04.00-0700 WIT pagi tadi. Ada 50 Kepala Keluarga dengan total 200 jiwa terkena imbas angin kencang dan gelombang pasang,” katanya.

Kata Ampnir kerusakan yang ditimbulkan tidak begitu parah. Meski demikian, aktivitas melaut warga terganggu serta anak-anak mereka terpaksa tidak masuk sekolah.

“Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Warga alami trauma. Dampak phisikologis yang cukup dirasakan karena warga merasa terancam akibat peristiwa yang sudah terjadi berulang kali ini,” tutur Ampnir.

Dia mengatakan, BPBD telah turun ke lokasi pemukiman warga. Juga telah melakukan pendataan awal. Dari hasil itu, lanjut dia, ada sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh warga.

“Warga memilih tetap tinggal di rumah mereka, hanya saja meminta pemerintah daerah segera membangun talud, rumah layak huni serta sarana air bersih,” bebernya, lalu mengatakan tidak ada bantuan yang diserahakan. Jika dibutuhkan akan segera disikapi.

Ampnir menambahkan berdasarkan pemetaan kebencanaan dan data base kebencanaan di Papua Barat. Gelombang pasang merupakan salah satu potensi bencana yang mengancam masyarakat.

“Gelombang pasang sudah dipetakan dan menjadi profil salah satu bencana hidro meteorologi yang mengancam masyarakat,” pungkasnya. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!