Portal Berita Papua Barat

Aturan Usaha AMIU di Manokwari Masih Langgar

0 43
Aturan Usaha AMIU
Aturan Usaha AMIU – Pelaku usaha Air Minum Isi Ulang (AMIU) di Manokwari dan stake holder terkait pose bersama dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Mikrobiologi dan Persyaratan Teknis Air Minum. Aturan usaha AMIU masih dilanggar oleh para pelaku usaha. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Aturan Usaha AMIU.  Produk air minum hasil olahan depo Air Minum Isi Ulang (AMIU) di daerah ini belum tertib aturan. Ketentuan aturan masih dilanggar para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya.

Hal ini terkuak dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KEI) Kualitas Mikrobiologi dan Persyaratan Teknis Depo Air Minum bagi puluhan pelaku usaha, stakeholder terkait yang digelar BPOM di Manokwari, Kamis (15/3/2018).

“Banyak pelanggaran dalam tata cara produksi dan edarannya. Dari segi produksinya, kita bisa melihat hasi uji laboratorium banyak produk yang tidak memenuhi syarat mikribiologi tertutama ecoli, tentunya ini beresiko terhadap kesehatan,” kata Kepala BPOM Mojaza Sirait.

Produk pengolahan depo air minum isi ulang adalah produk dengan pengolahan sederhana. Dimana, masa kedaluarsanya tidak lama. Laboratrorium Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menjadi rujukan BPOM dalam melakukan uji sampling produk AMIU di daerah ini.

Dengan masa kedaluarsa yang terbatas, kata Mojaza, produk air minum tersebut tidak boleh dititip di kios atau toko. Sebab tidak ada jaminan terhadap berapa lama produk ini bisa laku terjual habis. Konidisi ini memungkinan pertumbuhan mikroba semakin banyak.

Kepala Perwakilan Balai POM di Manokwari Mojaza Sirait. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)

 

Baca Juga:  Dituntut Inovasi Pelaku Usaha AMIU

“Betapa ruginya konsumen membeli air dengan maksud untuk kesehatan tetapi ketika diminum mungkin belum sakit. Tapi pasti ada dampak kesehatannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ini yang kita cegah,” ujarnya

Adapun pelanggaran lain yang dilakukan pelaku usaha AMIU, lanjut Mojaza, adalah pembuatan merk dan label serta segel produk. Meski aturan melarangnya tetapi masih banyak depo air minum yang melanggar.
“Kita sudah lakukan pengawasan dan penertiban pelaku usaha yang tidak melakukan produksi air minum dengan baik. Tujuannya adalah melindungi konsumen,” ungkap Mojaza.

Ditambahkan, pelaku usaha air minum ini masih dapat melakukan usahanya. Asalkan, tata caca produksi sesuai aturan. ”Telah ada kesepakatan bersama semua pihak, bahwa produksi depo air minum kembali pada aturan yang berlaku. Ketua paguyuban pelaku usaha juga sudah menyepakati hal ini,” pungkasnya.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!