Portal Berita Papua Barat

Bupati Demas Mandacan: KKN adalah Proses Transfer Pengetahuan dan Ketrampilan

0 95
Pengetahuan dan Ketrampilan
Pengetahuan dan Ketrampilan – Sekda Kabupaten Manokwari F M. Lalenoh saat membacakan sambutan Bupati Demas Paulus Mandacan, Sabtu (3/3/2018). (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pengetahuan dan Ketrampilan.  Salah satu kegiatan yang dapat memperat mahasiswa dengan masyarakat, adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN juga adalah bentuk pemberdayaan masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Demikian Bupati Demas Mandacan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari F M. Lalenoh mewakili bupati saat melepaskan sebanyak 152 Mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari angkatan XXXIV, Sabtu (3/3/2018).

“KKN bukan semata kegiatan untuk menyelesaikan tuntutan kurikulum. Lebih dari itu, diharapkan dapat melakukan proses transfer pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan disiplin ilmu kepada masyarakat sehingga memberikan manfaat khususnya pemahaman hukum positif kepada masyarakat,” kata bupati.

Dalam kesempatan itu, bupati atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada STIH Manokwari yang telah berkontribusi terhadap pemerintah dan masyarakat di daerah ini.

“Kami sampaikan terima kasih untuk kepercayaan serta mau menempatkan para mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat di kabupaten Manokwari. Kehadiran mahasiswa ini diharapkan dapat menunjang pembangunan dalam berbagai sektor di daerah ini,” ungkap Lalenoh.

Melalui kegiatan KKN, Lalenoh mengungkapkan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan pembelajaran dan pemberdayaan terhadap masyarakat. Ini dilakukan melalui program yang telah disiapkan.
Selain itu, Lalenoh meyakini, program yang ada pun sesuai dengan dinamika, karakteristik, dan perkembangan masyarakat serta potensi yang ada untuk dapat dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat.

“Saudara akan berkecimpung dan berhadapan langsung dengan masyarakat, metode komunikasi yang tepat dan santun dikedepankan sesuai dengan adat-istiadat masyarakat,” ucap Lalenoh berpesan.

Sekda Lalenoh juga menekankan, mahasiswa yang melaksanakan KKN tidak keluar dari koridor aturan dengan senantiasa melihat rambu-rambu yang telah ditetapkan pihak kampus. Juga melakukan kordinasi dengan pemerintah di masing-masing lokasi pelaksanaan KKN.

Baca Juga:  Lepas Ratusan Mahasiswa KKN, Filep Wamafma : Jaga Nama Besar Almamater STIH

“Jagalah nama baik kampus, norma-norma agama serta adat istiadat setempat. Jaga kebersamaan, kesehatan. Dan para distrik, lurah dan kepala kampung agar setiap mahasiswa yang KKN berada pada wilayahnya agar terus dimonitor dan membantu tugas-tugas para mahasiswa,” pinta Lalenoh.

Ketua Panitia KKN Marius Sakmaf mengemukakan, KKN sebagai pengejahwatahan dari tanggung jawab menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Salah satunya, adalah pengabdian kepada masyrakat.

Dia menyebutkan, KKN tahun 2018 ini adalah dengan peserta terbanyak, yakni 152 mahasiswa yang disebar di tiga wilyah yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Teluk Wondama.

Pengetahuan dan Ketrampilan
Pengetahuan dan Ketrampilan – Sekda Kabupaten Manokwari F M. Lalenoh mewakili bupati saat melepaskan sebanyak 152 Mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari angkatan XXXIV, Sabtu (3/3/2018). (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

“Ke depan Mahasiswa KKN STIH tidak lagi di Wilayah Manokwari saja, namun akan menjangkau di seluruh Papua Barat sehingga mahasiswa dapat mengenal berbagai karakter, budaya dan lingkungan masyarakat kita di Papua Barat,” ujarnya sembari mengatakan ini sesuai visi STIH.

Pelaksanaan KKN akan berlansung selama 2 bulan, terhitung sejak tanggal 5 Maret hingga 5 Mei 2018. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan didampingi 10 dosen tetap STIH. “Kepada mahasiswa diharapakan tidak meninggalkan tanggung jawab,” tandasnya.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!