Portal Berita Papua Barat

Bupati Manokwari : Dana Desa belum Berdampak Baik terhadap Perekonomian

1
Dana Desa belum Berdampak Baik
Dana Desa belum Berdampak Baik – Dana Desa belum Berdampak Baik – Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan. (Photo : ARF/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.comDana Desa belum Berdampak Baik. Bupati Demas Paulus Mandacan mengakui, pengelolaan dan penggunaan dana desa di daerah ini belum membawa dampak yang baik terhadap ekonomi masyarakat. Hal itu diutarakan Demas saat menghadiri sosialiasi Memorandum of Understanding (MoU) pemantauan, pengawalan, dan pengawasan dana desa antara Kapolri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Aula Polres Manokwari, Rabu (25/10/2017).

“Kedepannya, dana desa juga akan diawasi oleh Kepolisian, Inspektorat, Kejaksanaan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung. Akan bekerjasama untuk mengawasi dana desa tahun 2018. Dengan harapan, pengawasan ini ada dampak kemajuan,” ujar Demas. Kata Demas, alokasi dana desa di Kabupaten Manokwari pada Tahun Anggaran 2017 mencapai Rp127 miliar.

Dana ini dikucurkan ke 164 kampung. Dikatakan, pengelolaan dana desa masih berkutat pada persoalan klasik, kapasitas SDM yang minim. “Kedepannya, pemda akan lihat upaya perbaikan SDM aparatur kampung. Karena ada kepala kampung yang tingkat pendidikannya hanya sampai SD dan SMP, nanti perlu dibenahi ke depan,” ujar Demas lagi lalu berkata kemungkinan jumlah alokasi dana desa 2018 naik.

Inspektur pembantu pada Inspektorat Kabupaten Manokwari, Agus Winarsa Inspektur mengatakan, meski kapasitas SDM pengelola dana desa minim. Namun selama 3 tahun (2014-2017), dalam pengawalan dana desa belum aparatur kampung yang terjerat kasus hukum.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaralat dan Kampung, Teguh Prasetyo mengatakan, dalam kurun waktu (2014-2015), banyak masalah yang dijumpai dalam pengelolaan dana desa. “Ini karena masalah SDM. Sebab banyak Kepala kampung/desa hanya tamatan SD dan SMP,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Warmare Diajak Jadi Pilar Kamtibmas

Ditambahakn, pada 2018 ke depan, pihaknya akan mengadakan pelatihan sesuai kebutuhan di tiap kampung. Ini bertujuan untuk meminimalisir penyalahgunaan dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa. “Kami usulkan dana pendampingan untuk pelatihan tersebut dianggarakan lewat APBN dan APBD Provinsi,” ucap Teguh. (ARF/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!