Portal Berita Papua Barat

Cegah Permainan Harga, Satgas Pangan Sisir Pasar

0 63
Satgas Pangan Sisir Pasar – Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Winarto (Kiri) saat sidak Bapok di sejumlah pedagang pasar Sanggeng, Senin (15/1/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Satgas Pangan Sisir Pasar.  Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Manokwari, kembali melakukan sidak dengan menyisir sejumlah toko pedagang baik distributor maupun pengecer di pasar, Senin (15/1/2018).

Hal ini menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat untuk menjaga kestabillan harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) hingga ke daerah timur Indonesia.

Satgas pangan Polres Manokwari yang didampingi petugas pengendali pasar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manokwari melalui Dinas Perindagkop dan pihak pengawasan jalur angkatan laut dan barang yakni PT Pelni Cabang Manokwari tersebut, menyisir sejumlah toko sembako Bapok, seperti, Gula dan Telur serta Beras.

Sesuai Pantuan Papuabaratoke.com, tim ini melakukan sidak dengan menyisir, mulai dari pasar tingkat Sanggeng dan hingga pasar Wosi maupun beberapa distributor beras.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi selaku Pembina Satgas Pangan Polres Manokwari, melalui Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Winarto mengatakan, sidak pasar yang dilakukan guna meninjau langsung kondisi di pasar untuk memastikan ihwal penerapan peraturan pemerintah pusat melalui Kementerian terkait.

“Tim diintensifkan karena menindaklanjuti peraturan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menetapkan pemberlakukan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dan premium yang berlaku pada 1 September 2017,”
ucap Winarto.

Winarto menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras (HET) membagi beras medium dan premium melalui butir patah maksimal. Penjelasan mengenai pembagian kategori beras tersebut tertuang dalam Pasal
1 Ayat 2 dan 4 mengenai penjelasan beras premium dan medium. Untuk jenis medium, butir patah maksimal yang ditentukan oleh pemerintah sebanyak 25%.

“Beras premium adalah jenis beras yang memiliki spesifikasi derajat sosoh minimal 95%, kadar air maksimal 14% dan butir patah maksimal 15%, HET beras medium Rp Rp10.250/ Kg dan premium Rp13.600/Kg,”
jelasnya

HET beras, baik medium maupun premium di Maluku sama dengan di wilayah Papua. Sehingga wajib dipantau. Sebab pemberlakukan HET beras, dalam rangka mengendalikan harga beras dilevel konsumen dan dapat merata sesuai sisi perekonomian dengan baik.

“Beras merupakan komoditas utama pangan nasional karena itu pemerintah melalui Menteri Perdagangan tidak mungkin membiarkan harga itu diatur dengan mekanisme pasar,”
tandas Winarto.

Satgas Pangan Sisir Pasar, satuan Kepolisian Manokwari, Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi
Satgas pangan Polres Manokwari, saat menyambangi salah satu kios pedagang eceran yang menjual beras jenis Medium, Senin (15/1/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Dari hasil sidak tersebut, tim satgas pangan dan tim inflasi pasar Manokwari meminta kepada masyarakat untuk bersama melakukan kontrol harga jual-beli sembako dipasar, khususnya
komoditi beras. Dan bila masih menemukan adanya permainan harga melebihi kebijakan daerah, maka
agar dilaporkan kepada tim satgas pangan melalui satuan Kepolisian Manokwari.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!