Portal Berita Papua Barat

Derek Ampnir : Manokwari Kota Dengan Tingkat Bahaya Bencana

0 109
Manokwari, Kota Dengan Tingkat Bahaya Bencana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Ampnir
Manokwari – Kepala Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Ampnir, S.sos. (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Manokwari.  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Ampnir, S.sos mengatakan, Manokwari salah satu dari tujuh daerah
di 13 kabupaten / Kota di wilayah Papua Barat yang rawan terjadi bencana alam berupa gempa bumi, banjir bandang dan tsunami.

Derek menyebutkan, Ibukota Provinsi Papua Barat Kota Manokwari berada dalam wilayah intensitas rawan terhadap dampak dan resiko langsung bencana gempa bumi dan tsunami.

Baik terkena langsung, atau dampak getaran dari wilayah kabupaten/kota yang berada dekat Manokwari.

Seperti daerah Kabupaten Teluk Wondama, Sorong dan Kaimana. Tercatat, sepanjang Januari – Desember 2017 Papua Barat mendapat ancaman gempabumi sebanyak 1.510 getaran gempa yang terjadi hampir semua wilayah Kabupaten/kota.

“Manokwari dan wilayah dipesisirnya sangat berisiko langsung terhadap bencana gempa. Dimana dampaknya itu dari terjadinya setiap pergerakan lempeng permukaan laut dan bumi,”
kata Derek, yang ditemui Papuabaratoke.com, diruang kerjanya, Selasa (9/1/2018).

Ia menjelaskan, Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik. Yaitu :
Lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa – Nusa Tenggara, Sulawesi.
Yang seisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa.

Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.

Terlebih di Waktu – waktu seperti perubahan iklim yang kerap tak terdeteksi perkiraan cuacanya, juga pergeseran lempeng belahan bumi yang hampir terjadi di awal bulan setiap tahunnya.

“Kami punya catatan riwayat terjadi potensi bencana gempa dan tsunami diwilayah Papua Barat itu kerap terjadi diawal tahun. itu terjadi hampir sama tanggalnya yakni seperti tanggal 4 dan tanggal 9.
Dan itu akumulasi fakta yang kembali terulang di tahun 2018 ini, pada Jumat (4/1/2018) gempa 3.0 SR guncang wilayah Sorong dan Rajaampat,” jelas Derek.

Baca Juga:  Parjal Tolak Kedatangan Kapolri ke Manokwari
Papua Barat
Peta Papua Barat. (Foto:Ist)

Hal ini berdasarkan indeks resiko bencana nasional.

Bahwa Kabupaten Manokwari, Kabupaten Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Sorong, Sorong Selatan
dan Kabupaten Maybrat tercatat sebagai daerah yang sangat rawan bencana di Papua Barat.

Dimana bencana dapat disebabkan oleh kejadian alam (natural disaster) maupun oleh ulah manusia (man-made disaster). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan bencana antara lain:
Bahaya alam (natural hazards) dan bahaya karena ulah manusia (man-made hazards).

“Melalui hal dan indeks kerawanan kebencanaan ini, rutin telah kami sampaikan dan himbaukan, Pemda kabupaten/kota jangan anggap remeh hal potensi bencana seperti Gempa bumi dan Tsunami ini. Oleh sebab itu, disetiap wilayah Kabupaten/kota wajib untuk menghimbaukan dan mengedukasi masyarakatnya agar waspada sejak dini dan mampu menghadapi hal tersebut bilamana terjadi,” ucapnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!