Portal Berita Papua Barat

Di Usia ke 43, STIH Semakin Komit Jadi Perguruan Tinggi Mandiri dan Mencerdaskan

0 50
STIH Semakin Komit
STIH Semakin Komit – Pemotongan tumpeng pada puncak syukuran dies natalis STIH Manokwari ke 43, di gedung serba guna Kampus STIH, Sanggeng Jalan Karya Abri Distrik Manokwari Barat, oleh Dewan pembina kampus yang diwakili, Multi Ja’zir SH., MH yang juga menjabat ketua program studi ilmu hukum kampus STIH Manokwari, Sabtu (18/2/2018). (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – STIH Semakin Komit.  Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari yang menginjak usia ke 43, semakin menunjukan komitmennya menjadi perguruan tinggi yang mandiri dan mencerdaskan.

Hal ini dinyatakan, Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma, SH., M.Hum pada acara puncak syukuran dies natalis STIH Manokwari ke 43 tahun, Sabtu (17/2/2018) malam.

Ia menuturkan, perjalanan STIH Manokwari yang kian mewarnai lahirnya generasi bangsa yang genap 43 tahun, merupakan suatu karunia Tuhan yang luarbiasa patut disyukuri.

Dan dikatakan, tentu tantangan kedepan semakin besar. Karenanya ia mengajak seluruh alumni turut mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita luhur STIH Manokwari.

“Saya berterimakasi kepada ketua yayasan, sekertaris dan pembina yang selama ini memberikan dukungan ful, sehingga kita mampu independen untuk mengelola kampus STIH secara mandiri dan profesional,” ucapnya.

Dia mengemukakan, bahwa kemandirian kampus STIH, dapat terlihat dari seratus persen pencapaian gedung kampus yang baru dibangun. Dimana murni hasil pengelolaan iuran mahasiswa.

“Artinya kita tidak lagi tergantung kepada siapa-siapa, kita harus belajar mandiri untuk mengelola potensi-potensi untuk membangun dan menciptakan kampus yang mandiri dan mencerdaskan,” tutur Wamafma.

Dengan kemandirian ini, seru Wamafma, STIH Manokwari mampu berada pada posisi rangking 10 besar sebagai perguruan tinggi profesional.

Posisi ini lanjutnya, berdasarkan rengking nasional yang dikeluarkan kementrian riset dan pendidikan tinggi dari 65 perguruan tinggi yang ditetapkan.

Menurut dia, pencapaian ini tak mudah, mengingat jumlah pegawai dan dosen yang terbatas, STIH mampu mengelola dan meyakinkan kepada publik bahwa STIH Manokwari mampu melakukan hal demikian.

“Maka di tahun lalu dan di tahun ini, sudah genap 12 orang dosen kita mampu memberikan biaya untuk melanjutkan program studi magister hukum (S2) yang dibiayai seratus persen biaya dari iuran mahasiswa. Itulah jika kita mampu kelola dana dengan baik maka manfaatnya pasti sangat besar bagi kita,” papar Wamafma.

Baca Juga:  Bupati Demas Harap Program Prioritas Jawab Kebutuhan Masyarakat
STIH Semakin Komit
STIH Semakin Komit – Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma, SH., M.Hum pada acara puncak syukuran dies natalis STIH Manokwari ke 43 tahun, Sabtu (17/2/2018) malam.
(Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

“Saya yakin bahwa apa yang kita lakukan, ini semua berawal dari niat, semangat dan komitmen kita semua. Terlebih lagi kita berharap dukungan dari alumni yang bisa berperan serta dalam rangka pemberdayaan kepada kampus STIH sehingga tidak lagi dilihat sebelah mata,” pungkasnya menambahkan.

Pantauan Papuabaratoke.com, dalam puncak syukuran di gedung serba guna Kampus STIH, Sanggeng Jalan Karya Abri Distrik Manokwari Barat tersebut, ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Tumpeng dipotong oleh Dewan pembina kampus yang diwakili oleh Multi Ja’zir SH., MH yang juga menjabat ketua program studi ilmu hukum kampus STIH Manokwari.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com