Portal Berita Papua Barat

Dibalik Pengerusakan di Perkantoran Gubernur PB, Mahasiswa Tuding Ada Oknum Nakal di BPKAD dan Biro Umum

0 1.369
Dibalik Pengerusakan di Perkantoran Gubernur PB
Dibalik Pengerusakan di Perkantoran Gubernur PB – Sejumlah mahasiswa dalam pertemuan mediasi di Mapolres Manokwari yang dipimpin waka Polres Manokwari Kompol Mapparenta sesaat pasca aksi pengerusakan di perkantoran gubernur Papua Barat, yang juga dihadiri Ketua MRPB, Maxsi N. Ahoren dan Kepala Suku Besar Maikesa Obet Ayok, Jumat (6/4/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Dibalik Pengerusakan di Perkantoran Gubernur PB.  Puluhan mahasiswa yang mempertanyakan realisasi bantuan belajar atau proposal menuding ada oknum nakal di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Biro Umum Pemprov Papua Barat.

Pasalnya, sebelum puncak kekecewaan ratusan mahasiswa yang mengklaim datang dari 13 kabupaten/kota hingga melakukan pengerusakan di beberapa ruangan gedung kantor gubernur, para mahasiswa kerap dipimpong baik oleh biro umum maupun BPKAD ketika mempertanyakan realisasi proposal yang diajukan.

Pernyataan ini dibeberkan oleh sejumlah mahasiswa dalam pertemuan mediasi di Mapolres Manokwari yang dipimpin waka Polres Manokwari Kompol Mapparenta sesaat pasca aksi pengerusakan tersebut.

Beberapa perwakilan mahasiswa yang ikut dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua MRPB, Maxsi N. Ahoren dan Kepala Suku Besar Maikesa Obet Ayok tersebut menuturkan, proposal yang diajukan di biro umum pada Mei 2017 silam untuk dimasukan dalam APBD induk 2018.

Diantara para mahasiswa ini pun, menunjukan bukti dokumen terkait penyerahan proposal tersebut.

“Dari biro umum di suruh ke bagian keuangan (BPKAD), dan dari keungan disuruh ke biro umum, alasannya belum terdaftar. Dan biro keuangan kita disuruh lagi ke keuangan, kami hanya berputar di situ saja. Padahal saat kami memasukan proposal dibuktikan dengan nomor registrasi dan tak hanya itu, juga diperkuat dengan nomor disposisi Sekda Papua Barat,” ungkap beberapa mahasiswa dalam pertemuan tersebut.

“Kita (Mahasiswa, red) sudah berkali-kalai berusaha dengan cara dan prosedural, sampai tadi siang pun kita ikuti alur, tapi kami seakan di pimpong hingga tadi dari bagian keuangan,” akunya.

Para mahasiswa ini pun menyesalkan ada oknum pejabat di biro umum menyebut kepada mahasiswa dengan kalimat yang dinilai merendahkan.

“Ada oknum pejabat di biro umum mengusir kami dan menyebut kami mahasiswa “pasar tingkat”, yang sangat membuat hati kami sakit,” ucapnya.

Ketua MRPB Maxsi N Ahoren dan Kepala Suku Besar Maikesa Obet Ayok, menuturkan, bahwa isu ini dan dinamika di keuangan pemprov PB sudah sekian lama.

“Mendengar hal ini kami sangat prihatin terkait.Karena kenyataannya banyak disposisi baik dari Gubernur dan Sekda tidak ditindaklanjuti dengan baik. Meski pun kami menyesali apa yang dilakukan adik-adik (Mahasiswa) dong dengan pengerusakan yang terjadi,” ucap Maxsi.

Menurutnya, agar hal ini tak terulang, perlu semua pihak baik elemen pemerintah dengan para mahasiswa dan organisasi-organisasi masyarakat mencari solusi terbaik.

“Karena yang dikhawatirkan, jangan sampai ada pihak atau oknum ke tiga yang memanfaatkan kondisi demimkian.
Adik-adik doorang harus hargai bapak Gubernur Dominggus Mandacan terlepas beliau sebagai pimpinan daerah tapi beliau juga adalah kepala suku Besar Arfak. Dan kami MRPB hadir, salah satunya untuk mengangkat dan melindungi harkat dan martabat OAP,” pintanya.

Senada, Obet Ayok dalam kesempatan itu, juga memberikan pencerahan atau nasehat kepada para mahasiswa. Ia mengharapkan para mahasiswa semestinya membicarakan hal ini dengan baik.

“Kenapa tidak mendatangi MRPB, ketua MRPB putra asli Arfak. Masih banyak langkah terbaik yang bisa dilakukan bukan melakukan pengerusakan. Karena Pemda saat ini sangat memperhatikan nasib OAP,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, aksi anarkis disertai pengrusakan sejumlah kantor di lingkungan Perkantoran Gubernur Provinsi Papua Barat, Jumat (6/4/2018) dilakukan sekelompok mahasiswa.

Informasi yang dihimpun PBOKe (Papuabaratoke.com), tindakan pengrusakan tersebut disinyalir karena terkait dengan bantuan sosial. Di mana, sekelompok massa ini mempertanyakan permohonan bantuan yang diajukan ke pemerintah provinsi Papua Barat.

Dibalik Pengerusakan di Perkantoran Gubernur PB
Suasana di sejumlah ruangan kantor pascainsiden pengrusakan yang dilakukan sekelompok pemuda yang diduga adalah mahasiswa. Tindakan anarkis itu disinyalir terkait dengan bantuan sosial. (Foto : Istimewa)

 

Baca Juga:  Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat Dirusak

“Yang dirusak lobby kantor gubernur, Kantor Biro Perlengkapan dan Biro Umum. Massa mengamuk di saat berada di biro umum karena tanya nama-nama terkait proposal bantuan yang diajukan,” ungkap salah seorang pegawai pada PBOKe sembari meminta agar namanya tidak ditulis.

Saksi lain menyebutkan, insiden pengrusakan yang terjadi di kantor BPKAD terjadi sekira pukul 13.00 WIT. Aktivitas seluruh pegawai di kantor ini lumpuh. Semua pegawai dipulangkan.

Akibat insiden ini, lantai dasar kantor gubernur rusak, serpihan pecahan kaca, pot bunga, dan kursi plastik berserakan di lantai. Suasana perkantora nampak lengang.

Hingga berita ini dilansir, upaya konfirmasi ke sejumlah Pimpinan OPD terkait belum mendapatkan respon ihwal insiden pengrusakan tersebut.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!