Portal Berita Papua Barat

Dibawah Pengawalan Ketat, MUI Papua Barat Geruduk Kegiatan Ahmadiyah

0 28
Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Winarto (kaos putih), saat berkordinasi dengan tim Brimob

Manokwari, Papuabaratoke.com – Merasa Keberatan dengan kehadiran aliran Ahmadiyah dalam menjalankan kegiatannya di wilayah Papua Barat, Dewan MUI (Majelis Ulama Indonesia) Papua Barat dipimpin langsung Ketua MUI Papua Barat Ahmad Nasrau, menggeruduk tempat kegiatan Ahmadiyah, selasa (12/12/2017) sore tadi, Bertempat disekitar asrama mansinam, Jl Gunungn Salju Amban,kabupaten Manokwari. Aliran ini (Ahmadiyah,red) dinilai telah melanggar Pasal 1 dan Pasal 2 UU tentang Penodaan Agama.

” Kami dengan tegas menolak segala bentuk kegiatan ahmadiyah. Harusnya mereka maklumi dan ketahui bersama MUI telah mengeluarkan fatwa nomor 11 tahun 2005 tentang kesesatan ajaran Ahmadiyah. Sehingga sesungguhnya Fatwa ini adalah ;menguatkan dari fatwa sebelumnya dikeluarkan oleh MUI pada tahun 1980  sama menyatakan ajaran ahmadiyah adalah ajaran yang sesat dan melanggar hukum ajaran islam,”

Ujar Nasrau, saat dikonfirmasi, usai dibubarkannya kegiatan Ahmadiyah tersebut.

Nasrau mengkalim dari bunyi Fatwa tersebut MUI Papua Barat mempunyai kewenangan penuh berkonsentrasi mengawasi kegiatan jemaah ahmadiyah di Papua Barat.

Praktik Komunis
Ketua MUI Papua Barat, Ahmad Nausrau

Sehingga segala bentuk kegiatan Ahmadiyah tersebut MUI juga telah rutin berkordinasi dengan pihak kepolisian sebagai lembaga penegak hukum dan menjunjung kamtibmas di tengah masyarakat, serta kelembagaan terkait seperti kementrian agama untuk turut bersama MUI membubarkan setiap agenda kegiatan Ahmadiyah namun tetap saja selalu melanggar dan kerap terus dilakukan kegiatan – kegiatan yang bertentangan dengan hukum.

” Kami harap kedepan kepolisian harus tegas dalam menyikapi segala bentuk – bentuk sikap radikalisme menentang hukum, khususnya di Papua Barat, “Tegasnya

Sementara itu, terkait bentuk pengamanan aparat penegak hukum kepolisian Papua Barat dalam menyikapi hal ini, sesuai keterangan Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Winarto langsung berkordinasi menurunkan ratusan personil kepolisian dan BKO Brimob mengamankan situasi disekitar lokasi pembubaran masa jemaah Ahmadiyah tersebut.

Baca Juga:  Kapendam Kolonel Eddy: Wartawan Ikut Sukseskan Program TMMD ke-101 di Sorong

” Intinya aman terkendali. Jumlah pasukan dalam melakukan pengamanan tadi terdiri dari Bko Brimob 90 personil, sabhara Polda 30 personil, Dalmas Polres 25 personil, Staff polres 30 personil,”Tukasnya. (PBOKe)

Editor : Redaksi
Penulis : IAN
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!