Portal Berita Papua Barat

Dicerca  Hingga Dinilai Terlambat, Ini Luapan Hati Supir Damkar

0 5
Tampak mobil damkar milik Pemprov Papua Barat, saat tiba di lokasi kebakaran sore tadi di Jl Jendral Sudirman, Sabtu(16/12/2017)

Manokwari,Papuabaratoke.com – Kerap mendapatkan cercaan dan dinilai terlambat dari sebagian warga saat mendatangi lokasi kebakaran, Andreas Waroy supir mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemprov Papua Barat,  meluapkan isi hati dan kekecewaannya.

Andreas yang diketahui, salah satu staf di jajaran Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat, hanyalah supir yang diperbantukan sewaktu-waktu terjadi kebakaran di Manokwari.

Tak tahan dan merasa apa yang dilakukan bersama rekan-rekannya tidak bernilai apa-apa, ia pun meluapkan kekecewaanya dengan menulis pada akun Facebook (Andreas Waroy) miliknya.

“Selama ini Damkar yang dipakai menolong korban kebakaran hanyalah milik Pemerintah Provinsi Papua Barat. Itu pun truknya hanya kecil berkapasitas 5000 liter air, tidak sebesar milik Pemda Kabupaten Manokwari. Karena peruntukannya untuk menjaga lingkungan Kantor Gubernur saja, jadi kejadian di luar itu semestinya bukan sepenuhnya tanggung jawab kami. Kami hanya tergerak membantu,” keluh dia, pada akun faceboknya, Sabtu (16/12/2017) malam.

“Saya dan bpk Mirino salah satu supir truck yang dipercayakan dari biro perlengkapan Setda Prov Papua Barat untuk mengoperasikan Damkar itu. Sedangkan kami bukan petugas khusus damkar. Kami hanyalah staf biasa. Tapi kami pnya hati membantu. Keterlambantan menjadi kendala kami karena jarak ke TKP cukup jauh. Malah kami sering dicaci maki oleh orang – orang,” sambungnya.

Andreas yang berhasil dikonfirmasi Papuabaratoke.com melalui sambungan selulernya, berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) Manokwari dapat memanfaatkan kembali dua unit kendaraan Damkar berkapasitas sekitar 10.000 – 20.000 liter air yang dimilki.

“Saya mohon kepada Pemda Manokwari untuk segera mendindak lanjuti kejadian kebakaran akhir-akhir dengan segera menjalankan truk Damkar milik Pemda yang selama ini fakum. Sebab selama ini Damkar yang menolong korban kebakaran hanyalah milik Pemprov, itu pun truknya hanya kecil tidak sebesar milik Pemda Manokwari, yang daya tampungnya sekitar 10.000 liter – 20.000 liter air,” cetusnya.

Baca Juga:  Penerimaan Dan Laporan PPJ Tidak Sinkron

“Selain itu, kami harap tahun 2018 Dinas Pemadam Kebakaran dan Bencana atau UPT Siaga Bencana segera dibentuk. Agar masyarakat ketika tidak puas dengan pelayanan publik, mengetahui pasti instansi mana yang harus bertanggung jawab,” pungkasnya.

Catatan media Papuabaratoke.com, sepekan terakhir,telah terjadi peristiwa kebakaran di beberapa lokasi, yaitu Kompleks Sowi 1, dan  di Jalan Baru, Senin lalu. Kemudian Jumat lalu, di kompleks Mako Brimob dan di Jalan Yos Sudarso tepat samping SPBU Sanggeng.

Dan terakhir, insiden meledaknya mesin penampung BBM eceran atau Pertamini di jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, sekira pukul 15.10 WIT, Sabtu (16/12/2017) siang.

Editor : Kris Tanjung
Penulis : IAN
Comments
Loading...
error: Content is protected !!