Portal Berita Papua Barat

Diduga Sakit Hati, Oknum Pegawai Distrik Bacok Kepala Sekolah SD

0 1.573
Oknum Pegawai Distrik Bacok Kepala Sekolah SD – Puluhan aparat kepolisian dari Sat Sabhara Polda Papua Barat dan Polres Manokwari, di bawah pengontrolan Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Wonarto dan Kapolsek Kota AKP Zawal menjaga di RSAL Manokwari, karena salah satu oknum pegawai di salah satu distrik Kabupaten Pegaf, Adolof Mandacan nekat membacok Marta Muay perempuan yang diketahui kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Manokwari, Selasa (13/2/2018).(Foto: Adrian Kairupan/PBoKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Oknum Pegawai Distrik Bacok Kepala Sekolah SD.  Diduga Sakit hati, salah satu oknum pegawai di salah satu distrik Kabupaten Pegaf, Adolof Mandacan nekat membacok Marta Muay perempuan yang diketahui kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Manokwari.

Sesuai Informasi dihimpun di lokasi kejadian, peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/2/2018) sekira pukul 21.00 WIT, di rumah korban Marta Muay, Jalan Pertanian Wosi Dalam Belalakang Sekolah Dasar Inpres.

Niko mandacan salah satu saksi mata kepada Papuabaratoke.com yang ditemui di RSAL Manokwari, Selasa (13/2/2018) sekira pukul 22.50 WIT mengatakan, korban yang dikenal ramah ini pada sekira pukul 20.15 WIT didatangi pelaku. Saat itu pelaku memegang sebilah parang dan satu busur panah lengkap.

Entah apa yang merasuki, pelaku Adolof Mandacan, tiba-tiba langsung melayangkan sepilah parang kearah korban Marta Muay.

“Mama (Marta Muay, red) guru
Kepsek di SD PG Kampung Makassar Manokwari. Bukan saja itu, saat didatangi pelaku Adolof Mandacan langsung lakukan pembacokan secara brutal,” ujar Niko.

Selain Marta, yang menerima sayatan parang dua korban lainnya, yakni Semue Waroy dengan luka sayatan di tulang belakang dan Anggeloi Waroi sayatan di leher.

Dalam peristiwa ini ungkapnya, bahkan salah satu anggota Sabhara Polsek Kota, Aipda Hary Heri Prasetyo, juga ikut mendapat sayatan parang dari pelaku di bagian paha kaki sebelah kiri.

Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP Indro Rizkiadi saat di RSAL mengatakan, pelaku Adolof Mandacan sangat brutal saat hendak diamankan. Selain menyerang para korban dan polisi, pelaku juga melepas dua mata busur panah ke arah aparat yang berada di Mobil.

“Pelaku sangat brutal saat hendak diamankan tadi. Selain membacok 3 korban warga sipil, satu aparat polisi dari unit sabhara polsek juga jadi korban, “terang AKP Indro.

Baca Juga:  Perdamaian dan Kebersamaan Sambut HUT Flobamora Ke-2

Adapun pelaku Adolof Mandacan, jelas AKP Indro, berhasil dilumpuhkan saat dengan sebutir tima panas di bagian kak.

“Dugaan motif sementara, pelaku melakukan aksinya karena dendam sakit hati. Sakit hatinya ini bermula saat pelaku didoakan oleh salah satu penginjil dan divonis kalau pelaku dijampi-jampi oleh seorang ibu atas penyakit yang dideritanya. Alhasil atas pernyataan itulah, pelaku menuding ibu Marta Muay penyeban sakit yang dialaminya,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturinkan, di sekitar TKP Jalan Pertanian Wosi serta di RSAL Manokwari masih dijaga puluhan aparat kepolisian dari Sat Sabhara Polda Papua Barat dan Polres Manokwari, di bawah pengontrolan Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Wonarto dan Kapolsek Kota AKP Zawal Halim.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!