Portal Berita Papua Barat

Ditegaskan Natal Adalah Perayaan Kelahiran Juru Selamat

0 10
Perayaan Kelahiran Juru Selamat – Ibadah Perayaan Natal Oikumene Bersama Pemerintah, TNI/Polri dan Masyarakat di Lapangan Borarsi Manokwari (Kamis,28/12/2017). Foto: IAN/PBOKe

Manokwari, Papuabaratoke.com – Perayaan Kelahiran Juru Selamat.  Pdt. Bram Uniplaita dalam Khotbah Natalnya, kembali menegaskan bahwa Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Hal ini sesuai dengan penggalan bacaan ayat alkitab yakni “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah”, (Kolose 3:15).

Karena itu harapkan, perayaan natal ini semua element masyarakat diajak untuk memahami kembali makna kelahiran Kristus sebagai “Raja Damai”. Sebab kelahiran Kristus Putra Natal adalah untuk mendamaikan semua orang di bumi.

“la datang sebagai kurban pendamaian antara manusia dengan Allah, tetapi pada saat yang sama la menghadirkan damai di tengah dunia dan mengajarkan kita untuk menjadi agen-agen pembawa damai bagi keluarga gereja, dan masyarakat,” ucapnya disela khotbah pada perayaan Natal Oikumene, tahun 2017 oleh Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Manokwari dan pemerintah, TNI serta Polri, di Lapangan Borarsi, Manokwari, Kamis (28/12/2017) malam.

Sehingga melalui Damai natal diharapkan menjadi suatu momentum untuk membaharui hidup setiap pribadi maupun hidup bersama. agar toleransi keberagamaan dapat terus terjaga dan mewujudkan kerja pemerintah daerah dalam membangun iman dan ideologinya membentuk masyarakat yang bermoral hidup takut akan TUHAN.

Sementara itu, Wakil Bupati Edi Budoyo yang turut hadir pada acara tersebut, dalam sambutannya berharap, melalui persatuan ibadah Natal yang digelar dapat membawa suasana damai.

“Momentum Natal ini harus menjadi kabar yang baik untuk mewujudkan Manokwari menjadi kabupaten yang damai bagi semua orang,” ujarnya.

Baca Juga:  Lepas Sambut Flobamora Penuh Suka Cita Dalam Hikmat

Terpisah, Ketua Panitia Natal Oikumene Pdt.Markus Rudi Molle,M.MIS, yang ditemui Papuabaratoke.com, mengatakan, kegiatan ini didasari  atas keputusan rapat Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Kabupaten Manokwari nomor : 04/SK/BKAG/XI/2017.

Mengenai pembentukan pantia natal oikumene, pemerintah, masyarakat dan TNI/POLRI. Tujuan perayaan ibadah natal ini juga adalah untuk mempersatukan Pemerintah, Masyarakat, TNI dan Polri. Agar tetap ada dalam satu ikatan kasih sebagai elemen bangsa dan negara untuk bersama membangun relasi menjaga keamanan dan ketertiban umum di Manokwari,” terangnya.

Adapun kegiatan perayaan natal Oilumene ini diperoleh dari Bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari sebesar Rp 750 Juta.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan BKAG dalam menyongsong natal 2017 dan tahun baru 2018 ini adalah Karnaval mobil hias natal melibatkan semua dedominasi gereja dan Agama di Kabupaten Manokwari, juga Lomba Pondok Natal yang diikuti oleh 136 pondok natal semua perwakilan kompleks dan lingkungan di Manokwari.

“Harapan kami suksesnya perayaan natal bersama (Oikumene) ini, semua elemen masyarakat dapat terus bersehati membangun Manokwari dalam kebijakan yang takut akan TUHAN,” tutup Pdt. Molle.

Editor : Kris Tanjung
Penulis : Adrian Kairupan
Comments
Loading...
error: Content is protected !!