Portal Berita Papua Barat

Ditegaskan, Penuntasan dan Penahanan 2 Oknum Pejabat Papua Barat Bebas Intervensi

0 40
Oknum Pejabat Papua Barat
Oknum Pejabat Papua Barat – Press Release penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Grand Prix Sircuit Masni hingga penahanan 2 oknum pejabat di lingkup Papua Barat, Senin (08/01/2018) sore di ruang data reserse Mapolres Manokwari.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Oknum Pejabat Papua Barat.  Kepolisian Resor (Polres) Manokwari menegaskan, bahwa selama proses penyidikan penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Grand Prix Sircuit Masni hingga penahanan 2 oknum pejabat di lingkup Papua Barat yang terseret dalam kasus ini tanpa intervensi siapa pun.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi menuturkan, ES dan JZA adalah duak oknum pejabat di lingkup Papua Barat yang disangkakan atas kasus yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah melaui APBD tahun 2016.

“Sejauh ini, dalam kasus ini, berani kami sampaikan bahwa tidak ada instervensi dari pimpinan para tersangka. Sejak awal hasil pemeriksaan dan telah ditetapkan hanya dua tersangka dalam perkara yang merugikan negara miliaran rupiah ini,” kata Erwindi dalam Press Release, Senin (08/01/2018) sore di ruang data reserse Mapolres Manokwari.

Dijelaskan, berdasarkan pengembangan penyeidikan, barang bukti senilai Rp. 950 juta adalah kerugian negara yang berhasil disita penyidik dari salah satu tersangka inisial JZA di bulan Agustus 2017 lalu. Dan untuk dana sebesar Rp 2 miliar, telah dipertanggungjawabkan di dalam BAP dari total anggaran Rp 2,950 miliar.

“Dari jumlah sekitar Rp. 2,950 miliar, yang berhasil disita Rp. 950 juta dari salah satu tersangka JZA dirumahnya oleh penyidik, yang merupakan makelar penghubung pengadaan tanah seluas 8 heaktar ini,” terangnya.

Atas kasus ini belasan saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik. terdiri dari saksi ahli 2 orang, saksi petunjuk 9 orang, dan saksi dari kedua tersangka sendiri. atas dugaan kasus korupsi ini kedua tersangka SE dan JZA dikenai pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 dan atau pasal 8 UU 31 tahun 1999, Tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001. ancaman pidana minimal setahun dan paling lama seumur hidup.

Baca Juga:  ASN Terancam "Ditendang"Jika Terbukti Terlibat Jual-Beli Los Pasar Wosi
Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!