Portal Berita Papua Barat

Dokter Undurkan Diri, Kadinkes Mansel Tepis Tudingan Tak Bayar Insentif

0 491
Kadinkes Mansel Tepis Tudingan Tak Bayar Insentif
Kadinkes Mansel Tepis Tudingan Tak Bayar Insentif – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dr. I. Butarbutar. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Kadinkes Mansel Tepis Tudingan Tak Bayar Insentif.  Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dr. I. Butarbutar menepis tudingan penyebab pengunduran diri tenaga medis atau dokter yang dikabarkan karena insentifnya tak dibayarkan.

Ditegaskan dr. Butarbutar bahwa, bukan karena alasan pembayaran insentif sehingga dokter yang sudah bertugas di Mansel mengundurkan diri.

Menurutnya, setelah muncul dari salah satu media online nasional bahwa dokter di Mansel mengundurkan diri lantaran insentif tak dibayar.

Hal tersebut ditepisnya setelah mendengar langsung pengakuan para dokter tersebut saat diundang secara langsung.

“Setelah kami bertemu dokter yang dimaksud, mengatakan bahwa tidak pernah berbicara dan mengaku tentang kekurangan (Insentif, red) kepada wartawan,” akunya.

Lebih lanjut, kata Butarbutar, kedua dokter dimaksud menyatakan telah mendapat kontrak baru di Teluk Bintuni sehingga mengajukan pengunduran diri.

“Padahal gaji mereka sangat lancar dibayarkan setiap bulan. Hanya saja karena insentif mengalami keterlambatan lantaran penyusunan RKA pemda Mansel mengalami kesalahan, sehingga dirubah oleh TAPD Mansel,” tuturnya.

Butarbutar menegaskan lagi, pengunduran diri tersebut, bukan karena alasan tak dibayarkan insentif melainkan kedua dokter ini mendapat kontrak baru di Kabupaten Teluk Bintuni.

Disebutkan, bahwa memang insentif dari bulan1, bulan 2 dan bulan 3 belum terbayarkan lantaran DPA masih mengalami kesalahan penyusunan RKA dan sedang disusun kembali, namun sebelumnya dilaporkan kepada Sekda untuk direvisi.

“Jadi informasi melalui media online tidak benar kalau dokter mengundurkan diri, karena insentif tidak dibayarkan. Sebab kalau gaji mereka per bulan sangat lancar-lancar saja sedangkan insentif tetap dibayarkan setelah RKA DPA dinkes disetujui pemda Mansel,” klaim Butarbutar melalui sambungan telepon kepada Papuabaratoke.com, Jumat (9/3/3018).

Dikatakannya, bahwa dua doker yang mengabdi di Mansel sudah sangat lama, yakni dr. Merlin Waromi (Sejak 2014 sudah dikontrak) oleh Pemda Mansel. Dan dr. Eka Merdeka.

Baca Juga:  Rombak Kabinet 80 Persen, Gubernur Dominggus Diminta Abaikan Titipan Timses

Namun dua dokter yang dipanggil yakni dr. Merlin Waromi dan dr. Keys Merauje untuk menanyakan alasan mereka.

“Kami menyesal sekali selama ini kami tertutup dengan wartawan, bahkan saya tidak tahu kenapa bisa begitu,” ujar Butarbutar menirukan ucapan kedua dokter tersebut.

Bahkan kehadapan Kadinkes, dokter itu menyampaikan kalau insentif yang ditawarkan di Teluk Bintuni lebih tinggi. Alasan lainnya bahwa, dokter itu sudah mengabdi selama 3 tahun lamanya di Mansel sehingga mereka juga ingin mencari suasana baru dan ingin perubahan.

Untuk alasan lebih jelasnya, maka kadis kesehatan menyarankan kedua dokter ini menjelaskan alasan mereka kepada bupati. Sebab dengan keluarnya berita itu, juga disebut-sebut setidaknya menuding Kadinkes menahan insentif mereka, padahal sama sekali tidak ada niat menahan hak mereka.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com