Portal Berita Papua Barat

DPW Sahabat Polisi Papua Barat Minta Pelaku Pemerkosa Bocah di Swapen Diganjar Hukuman Mati

0 872
Pelaku Pemerkosa Bocah di Swapen
Pelaku Pemerkosa Bocah di Swapen – Ketua DPW Sahabat Polisi (SP) Papua Barat Jalil Lambara meminta pemerkosa bocah 11 tahun yang terjadi di daerah Swapen, dihukum mati. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pelaku Pemerkosa Bocah di Swapen.  Ketua DPW Sahabat Polisi (SP) Papua Barat Jalil Lambara meminta pemerkosa bocah 11 tahun yang terjadi di daerah Swapen, Kamis (1/3/2018), dihukum mati.

Ia mengatakan, pelaku jika berhasil ditangkap oleh aparat sebaiknya diganjar hukuman mati saja. Atau minimal memberikan hukuman kebiri. Sehingga penjahat seksual seperti ini tidak lagi bisa melancarkan aksi biadab yang sama.

Baca Juga:  Sadis!! Ternyata Diduga Jadi Pelampiasan Birahi OTK, Bocah 11 Tahun Ini Ditemukan Tewas Dekat Rumahnya

“Saya lebih setuju jika hukuman mati atau potong burung saja (kebiri). Karena pelaku masih bisa melakukan hal yang sama lagi terhadap korban-korban lainnya. Intinya, menjaga agar tidak ada manusia bejat yang menjadi predator yang tega menghilangkan nyawa sesama,” tegas Jalil, Sabtu (3/3/2018).

Menurut Jalil ganjaran hukuman berat – kebiri sudah dilegalkan oleh Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Sahabat Polisi akan gelar aksi damai mendesak pihak kepolisian untuk menghukum seberat-beratnya pelaku. Pelaku diduga juga merupakan residivis,” ujar dia.

Aksi damai yang akan digelar, lanjut Jalil, dijadwalkan Selasa (6/3/2018). Ia mengajak semua elemen masyarakat dapat ikut serta bergabung dan memberikan dukungan terhadap aksi simpatik tersebut.

Jalil mengemukakan aksi damai yang akan digelar ini, telah diinstruksikan ke semua pengurus DPW Sahabat Polisi Papua Barat juga kepada ketua DPC se Papua Barat, termasuk pengurus Srikandi DWP Sahabat Polisi.

“Dalam aksi kali ini juga, kami mau mendorong agar pemda segera memperkuat peraturan daerah tentang minuman keras. Karena, miras sering menjadi faktor utama dari setiap tindakan pidana kejahatan,” pungkasnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com