Portal Berita Papua Barat

Dua Warga Kampung Yambe Kiri Hilang di Perairan Rumberpon Mansel

0 149
Hilang di Perairan Rumberpon Mansel
Hilang di Perairan Rumberpon Mansel – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas) Manokwari, Ludiyanto, SE. (Foto: PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Hilang di Perairan Rumberpon Mansel.  Dua orang warga kampung Yambe Kiri Distrik Rumberpon diketahui hilang di perairan Rumberpon Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Badan SAR Nasional (Basarnas) Manokwari, Ludiyanto, SE yang dikonfirmasi Papuabaratoke.com, menuturkan, keduanya hilang sejak, Minggu 11 Februari 2018 lalu.

“Masing-masing, Maurens Mokiri (60) dan Moses Mokiri (30). Keduanya adalah bapak dan anak. Sejak Minggu lalu keduanya dari pelabuhan Momi Waren akan menuju kampung Yambe Kiri Distrik Rumberpon Mansel. Tapi sampai hari ini belum sampai di rumah. Akhirnya pihak keluarga melaporkan hal ini ke Polsek setempat hingga infonya sampai ke kami,” terang Ludiyanto menjawab Papuabaratoke.com, Kamis (15/2/2018).

Dia merincihkan, ayah dan anaknya ini menggunakan Speed Boat warna putih lis biru titik koordinat 1°42’58.75″ S – 134°9’28.10″ E.

“Kami baru dapat info Rabu malam. Dan kita sudah kirim tim rescue 8 orang yang dilengkapi 2 unit perahu karet dan 2 unit Mopel,” kata dia.

Disampaikan, pencarian fokus dilakukan di sepanjang bibir pantai perairan Rumberpon barat. Karena berdasarkan pembacaan peta arah angin korban akan terbawa arus antara perairan Rumberpon barat dan utara.

“Tim akan maksimalkan pencarian dengan menyisir di sepanjang pantai perairan Rumberpon sisi barat. Dengan menganalisa pergerakan arus dan angin, kita melihat korban masih ada di sekitar-sekitar pantai tersebut. Karena di lokasi ini adalah Selat, jadi arus itu bolak-balik di sekitar situ saja,” ucapnya.

Ludiyanto menyebutkan, pencairian akan dimaksimalkan 7 hari setelah hilangnya korban. Artinya tim rescue yang diturunkan masih akan melakukan pencarian hingga Minggu pekan ini.

“Tentu tim kita dilapangan akan berupaya maksimal 7 hari. Tapi sesuai standar terhitung sejak korban hilang sampai hari ini, berarti masih ada waktu 3 hari,” jelas dia.

Baca Juga:  Mahasiswa STPP Manokwari Kuliah di Lokasi Pendampingan/Pengawalan APBN-P 2017

Meski demikian tambanya, pencarian tak mesti dilakukan 7 hari sejak korban diketahui hilang, namun akan melihat efektifitas di lokasi pencarian.

“Maka tidak mesti harus sampai 7 hari, kita juga akan mempertimbangkan efektifitas di lokasi. Kalau memang ada tanda-tanda kita akan teruskan tapi kalau tidak kami akan pertimbangkan lagi,” pungkasnya.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!