Portal Berita Papua Barat

Dukung Keputusan Bupati Demas, GMNI Harap Masyarakat Tak Politisir Pergantian Lurah

0 144
Dukung Keputusan Bupati Demas
Dukung Keputusan Bupati Demas – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) cabang Manokwari, Yosak Saroy. (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Dukung Keputusan Bupati Demas.  Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Manokwri berharap masyarakat tak mempolitisir keputusan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan terkait pergantian kepala-kepala lurah di lingkungan pemerintah daerah (Pemda) setempat.

“Mari kita dukung keputusan Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, jangan dinilai berlebihan atau mempolitisirnya. GMNI mendukung penuh pergantian tersebut,” ucap Ketua DPC GMNI Manokwari, Yosak Saroy saat bertandang di kantor redaksi Papuabaratoke.com, Sabtu (3/3/2018).

Menurut dia, selain kewenangan penuh kepala daerah, pergantian ini murni adalah sikap dan langkah yang diambil sebagai perangsang demi terciptanya pelayanan yang jauh lebiak kepada masyarakat.

Pergantian pejabat di lingkungan pemda, baik di kabupaten maupun provinsi, merupakan kewenangan kepala daerah. Karenanya masyarakat dihatap tak menyoalkan sehingga menjadi isu liar yang memprofokasi keadaan.

“Menurut kami, siapapun dia (Pejabat) yang dipercayakan mengemban tugas patut lah kita memberi dukungan penuh. Pejabat mo orang Papua ka atau non-Papua ka sama saja, intinya siapa yang bekerja jujur, adil, berintegritas di atas tanah ini (Papua/Papua Barat) dialah yang disebut “orang Papua. Ko orang Papua tapi kalau tidak kerja jujur di atas negrimu sendiri sama saja,” cetusnya.

Kita tetap menjaga solidaritas nasionalis di bumi Papua Barat bagi setiap sub suku yang ada, tambahnya meski demikian dengan mengacu pada konstitusi UU 21 bahwasanya jika jajaran pemerintahan didominasi oleh OAP sah-sah saja, saya pikir saudara kita nusantara menghargai dan akan tetap berbesar hati menerima itu.

“Kita harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila, jika itu dilakukan dengan baik, semua masyarakat pasti menerima sehingga ketentraman, kedamaian, persaudaraan terus terpupuk seperti yang telah orang tua-tua kita dahulu lakukan,” sambung Saroy.

Baca Juga:  Ratusan Legiun Veteran Manokwari Terima Insentif

Dikatakan, bahwa jelas, filosofis hidup orang Papua berdampingan, persaudaraan, kerukunan antar sesama tanpa memandang, suku, ras dan agama sudah ada sejak dahulu kala.

“Misalnya, kitong pu orang tua dahulu, pergi di kebun (Ladang), jika membawa daging, sayur atau ubi, pasti dorang pulang akan dibagi-bagi, begitu juga orang-orang tua yang melaut, hasil tangkapan ikan mereka pasti dibagi kepada sanak saudara, tetangga, maupun kolega. Ini lah, nilai filosofis hidup yang patut kita lestarikan, mari kita pertahankan mengasihi itu,” serunya.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com