Portal Berita Papua Barat

Dulu ke Sekolah Berenang. Kini Kehadiran ‘Polisi Laut’ Sangat Membantu Warga Pulau Nusmapi

0 45
Dulu ke Sekolah Berenang
Dulu ke Sekolah Berenang – Pulau Lemon (P. Nusmapi). Foto : Istimewa
Manokwari, Papuabaratoke.comDulu ke Sekolah Berenang. Masyarakat di Pulau Nusmapi atau yang lebih familiar dikenal dengan Pulau Lemon. Sangat terbantu dengan kehadiran ‘polisi laut’, yang mengantar-jemput anak-anak sekolah pada pagi dan siang hari.

salah satu tokoh masyarakat setempat, Semuel Mofu kepada PBOke (papuabaratoke.com) mengatakan, sejak 3 bulan lalu  Kapolres Manokwari melalui anggota Bhabinkamtibmas telah membantu mengatar-jemput anak-anak sekolah. Ungkap Mofu, Senin (23/10/2017).

“Bersyukur sudah ada bantuan dari Kapolres Manokwari yang peduli dan mau antar-jemput anak sekolah pada pagi dan siang hari saat. Ini dilakukan setiap hari sekolah, polisi laut sudah aktif antar jemput selama kurang lebih 3 bulan ini,” tutur Mofu yang juga ketua RT di pulau lemon, ia sangat mengapreasiasi Kapolres Manokwari, AKBP Christian Rony Putra, SIK, MH.

Mofu sempat menceritakan sebelum ada bantuan kepolisian tersebut, anak-anak sekolah jika terlambat mendapatkan tumpangan perahu, mereka terpaksa harus rela berenang dari Pulau Lemon ke Pulau Mansinam dan begitu juga sepulang sekolah.

“Jika tidak ada perahu yang di tumpangi, kitong pung (kita punya, red) anak-anak ini berenang dari Pulau Mansinam pulang ke Pulau Lemon karena SD dan SMP berada di Pulau Mansinam. Mulai dari yang duduk di bangku SD hingga SMP, laki-laki maupun perempuan juga harus berenang,” tuturnya.

Ketua RT Pulau Lemon (Pulau Nusmapi), Semuel Mofu. Foto. (ILO/PBOKe)

Diakui Mofu, kondisi ini terpaksa dimaklumi. Meski kadang merasa khawatir akan bahaya yang selalu mengintai anak-anak tersebut. Dia berharap, meski sudah ada bantuan Kepolisian, Pemerintah Daerah bisa melihat kondisi yang ada di Pulau Lemon.

Yohanes Mofu, Ketua PAM GKI Jemaat Bahtera Utrec Pulau Nusmapi. Foto (ILO/PBOKe)

Senada dengan ketua RT, Yohanes Mofu menuturkan  kondisi tersebut sudah terjadi sejak lama. Bahkan,   ia juga alami hal yang sama, harus berenang untuk ke sekolah. “Waktu sekolah kitong (kita) juga berenang kalau tidak ada perahu,” ungkap Yohanes yang kini menjabat Ketua Persekutuan Anggota Muda PAM GKI Jemaat Bahtera Utrec Pulau Nusmapi.

Baca Juga:  Sadis, Ini Dia Pengakuan 2 TSK Mutilasi

Beberapa anak sekolah, seperti Eko Maryen, Jekson Awom, Exel May dan Ariel Krey, siswa SD dan SMP di Pulau Lemon, juga mengaku sudah tidak lagi berenang semenjak ada bantuan perahu Kepolisian. “Kita sudah takut berenang, kalau berenang nanti om polisi marah,” ucap Eko Maryen.

Terpisah, Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Manokwari, Trayanus Rumsayor mengungkapkan, persoalan pendidikan di  daerah tersebut telah disuarakan ke Dinas Pendidikan Manokwari. Bahkan, ia telah menerima aspirasi dari masyarakat itu dan meninjau langsung ke pulau tersebut.

Trayanus Rumsayor (sekertaris komisi A Dewan Kabupaten Manokwari)

Menurutnya “ada kriteria-kriteria dalam mendirikan sebuah sekolah”. Hasil observasi dinas, baru sekolah dapat dibangun. Dewasa ini banyak desa, kampung,  baru bermunculan, setelah 2-3 tahun, penduduknya pindah. Demikian juga warga Pulau Lemon ada beberapa yang pindah ke Kampung Aipiri,” terang Trayanus Rusayor. (ILO/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!