Portal Berita Papua Barat

Eks Kadis DKP Bintuni Digelandang ke Lapas Manokwari

0 139
Eks Kadis DKP Bintuni
Eks Kadis DKP Bintuni – Mantan Kepala Dinas DKP Kabupaten Teluk Bintuni inisial NH yang terseret dalam dugaan korupsi retribusi akhirnya digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari.

Manokwari, Papuabaratoke.com – Eks Kadis DKP Bintuni.  Mantan Kepala Dinas DKP Kabupaten Teluk Bintuni inisial NH yang terseret dalam dugaan korupsi retribusi akhirnya digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Manokwari.

NH digelandang ke Lapas Kelas II B Manokwari setelah sebelumnya penyidik Polres Teluk Bintuni menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari untuk diajukan ke Pengadilan Tipikor Manokwari.

“Kita resmi telah menerima tahap II dugaan kasus korupsi Bintuni, yang menjerat mantan Kadis DKP Bintuni Insial NH,” ujar Kepala Kajari Manokwari, Agus Joko Santoso melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Muslim, SH, di ruang kerjanya, Selasa (30/1/2018).

Dimana dalam kasus ini disangkakan kepada NH mantan kepala dinas kelautan dan perikanan kabupaten Teluk Bintuni sejak, tahun 2012-2015 lalu. kerugian negara berdasarkan audit BPKP sekitar Rp.410 jutaan.

Perbuatan tersangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dimana NH, diduga selama menjabat menggelapkan dana restribusi faktur tersebut dan tidak disetorkan ke kas daerah Kabupaten Teluk Bintuni.

Asisten Pidana Khusus Kejari Manokwari, Muslim menyebutkan, dengan telah dilimpahkan kasus tersebut oleh tim penyidik Polres Teluk Bintuni, kasus dugaan korupsi dana restribusi faktur hasil perikanan tahun 2012 – 2015 dinas kelautan dan perikanan kabupaten Teluk Bintuni, segera dituntaskan dan dikirim ke meja hijau pengadilan.

Muslim menegaskan, dengan telah diterima Tahap II sesuai BAP, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan segera meneliti dan mengecek kembali hal ini, untuk segera Jaksa Penuntut Umum dari Kejari akan segera melimpahkan perkara tersebut ke pengadilan tipikor dan terhadap tersangka dilakukan penahanan oleh Penuntut Umum selama 20 hari terhitung mulai tanggal selasa (30/1/2018), di Lapas Kelas IIb Manokwari, sesuai kewenangan Jaksa Penuntut Umum yang tertuang dalam KUHAP.

Baca Juga:  Marinus Bonepay Siap Nahkodai HIPMI Papua Barat, Ini Alasannya

Muslim menegaskan, terkait penanganan kasus korupsi sejauh ini pihak Kejari tidak ada kompromi, dan sesuai mekanisme prosedur hukum tetap berjalan dan tidak ada tebang pilih penyelesaian kasus dugaan Korupsi.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!