Portal Berita Papua Barat

Fasilitas Penunjang Keterampilan dan Sumber Pengetahuan Guru Masih Minim

0 43
Sumber Pengetahuan Guru Masih Minim
Sumber Pengetahuan Guru Masih Minim – Tim monitoring Cluster Meyes (SD YPPK Santo Antonius Meyes, SD Inpres 62 Asai dan SD Inpres 57 Warbefor) bersama para guru.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Sumber Pengetahuan Guru Masih Minim.  Tim monitoring Cluster Meyes menilai fasilitas penunjang keterampilan dan sumber pengetahuan guru masih minim.

Hal ini berdasarkan hasil monitoring pelatihan In House Training bagi kepala sekolah dan guru-guru program penguatan literasi kelas awal (Kelas 1-3) pada 20 sekolah pinggiran dan terpencil.

Kerjasama antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Kebudayaan Kabupaten Manokwari bersama DFAT dan UNICEF dengan mitra kerjasama Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Keuskupan Manokwari Sorong (KMS) Wilayah Manokwari tersebut, dipusatkan pada SD YPPK Santo Antonius Meyes,distrik Manokwari Utara Selasa (20/3/2018).

Tim monitoring Cluster Meyes (SD YPPK Santo Antonius Meyes, SD Inpres 62 Asai dan SD Inpres 57 Warbefor) tersebut terdiri dari perwakilan bagian humas dan protokol setda kabupaten Manokwari yang diwakili kasubag Pengumpulan informasi dan pemberitaan, Yohanes Ada Lebang, Ketua PSW YPPK Keuskupan Manokwari Sorong, Yohanes Bambang Supraptono dan Finance Officer YPPK KMS-UNICEF Junita Stemicima Iba.

Tujuan pelatihan tersebut memberikan penguatan pengetahuan dan ketrampilan bagi guru dan kepala sekolah khususnya kelas awal. 20 sekolah yang menjadi sasaran di Kabupaten Manokwari ini, diharapkan mampu mendorong meningkatnya kemampuan dan ketrampilan guru dalam pengajaran literasi, khususnya ketrampilan fonik, pemahaman menulis, dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Hmhasil monitoring yang dilakukan.

“Tim menemukan, bahwa masih minimnya fasilitas penunjang keterampilan dan sumber pengetahuan bagi guru berupa momputer/internet, televisi, infokus, buku ajar maupun buku siswa,” ujarnya.

Meski demmengapresiasi keberhasilan dan dukungan berbagai pihak dalam memajukan dunia pendidikan.

Terkait prinsip-prinsip literasi khusus kelas awal, untuk guru perlu dierapkan dan menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah melalui dinas teknis. Yaitu Unicef bersama mitra kerja menyangkut perkembangan literasi berjalan sesuai tahap perkembangan yang bisa diprediksi.

Yohanes Bambang Supraptono, Ketua PSW YPPK Keuskupan Manokwari-Sorong Wilayah Manokwari mengungkap bahwa selama tiga tahun pendampingan literasi Unicef, telah menunjukkan partispasi dan dukungan berbagai pihak baik pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.

Dicontohkan, seperti yang dilakukan pada SD YPPK Santo Atonius Meyes distrik Manokwari Utara yang tahun ini telah dibantu pembangunan 3 unit ruang kelas oleh Bank Mega. Dan pembangunan 3 unit MCK oleh umat Katolik Surabaya.

“Dan tahun ini, juga peningkatan jalan masuk ke sekolah (Pengaspalan) akan dilakukan berdasarkan hasil musrembang kampung,” ucap dia.

Disamping itu diakuinya Bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan kebudayaan Kabupaten Manokwari telah membangunan beberapa unit ruang kelas di daerah pinggiran dan terpencil termasuk mengganti kepala sekolah yang dianggap tak bekerja ditempat tugas maupun dengan penambahan tenaga pengajar.

“Monitoring hari kedua akan dilakukan pada sekolah SD Inpres 85 kaironi Sidey dengan harapan menjadi bahan acuan pembangunan pendidikan di kabupaten Manokwari,” Pungkasnya.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!