Portal Berita Papua Barat

Fraksi Otsus Dorong Pembentukan Perdasus Penerimaan Anggota Polri di Papua Barat

0 124
Gubernur Wajib Umumkan 42 Nama Calon Anggota MRP PB Ke Publik
Perdasus Penerimaan Anggota Polri di Papua Barat – Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yan Anton Yoteni (Photo : Razid Fatahuddin/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Perdasus Penerimaan Anggota Polri di Papua Barat.  Penerimaan calon anggota kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Tanah Papua diatur didalam pasal 49 ayat (1) Undang Undang Otonomi khusus.

Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat Yan Anton Yoteni menyatakan kehendak aturan itu harus menjadiperhatian institusi kepolisian yang ada di wilayah Otus dalam melakukan perekrutan calon anggota polri.

“Penerimaan tamtama, bintara, dan perwira polri di daerah ini harus sesuai amanat Undang Undang Otsus. Untuk itu, kita akan perdasuskan tata cara penerimaan anggota kepolisian di daerah ini biar tidak lagi ada masalah seperti kasus 4 calon bintara sekolah inspektur polisi,” kata Yoteni, Kamis (15/3/2018).

Dikatakan, kuota penerimaan anggota polri perlu diatur dengan regulasi (perdasus). Sehingga memperkuat hak-hak masyarakat asli Papua dalam perekrutan anggota Polri. Dengan demikian, kuota yang diamanatkan UU tidak sebatas kesepakatan saja tetapi benar-benar diimplementasikan.

“Kalau bisa kuotanya 70 untuk suku asli Papua dan 30 untuk suku nusantara kelahiran Papua. Kita lagi usahakan penyusunan draf perdasusnya mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama sudah bisa disahkan. Selama ini hanya cerita saja, kesepakatan lain, realisasi lain kita mengerti harus ada aturannya,” ungkap Yoteni.

Baca Juga:  Ketua Fraksi Otsus DPR PB: Kami Dukung Upaya Hukum terhadap Hasil Seleksi MRPB 2017-2022

Seleksi penerimaan Bintara SIP Angkatan 47 oleh Panda Papua Barat sempat menjadi sorotan. Pasalnya, 4 calon bintara asli tidak lolos. Meski demkian, melalui sebuah upaya dan perjuangan fraksi otsus DPR PB, para calon bintara tersebut diloloskan. Kini, mereka sudah menjalani pendidikan.

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada bapak kapolda dan kapolri, karena sudah mendengarkan jeritan hati orang Papua. Mereka sudah diberangkatan untuk pendidikan. Saya sampaikan terimah kasih,” ujar Yoteni.

Menurut Yoteni, perjuangan yang sama juga diupayakan bagi 6 calon bintara SIP di wilayah Polda Papua. “Saya diminta bantu oleh anggota MRP. Kita sampaikan sehingga sebanyak 10 bintara, 4 di Papua Barat dan Papua,” ungkapnya.

Terpisah, apresiasi dan ucapatan terima kasih yang sama juga disampaikan oleh Forum Masyarakat Adat Peduli Otonomi khusus (FMAPO). Apa yang dilakukan oleh institusi Polri, ini dinilai sebuah langkah maju dan penghormatan terhadap hak-hak orang asli Papua sesuai amanat UU Otsus.

“Kami mengapresiasi kapolda dan kapolri sudah memperhatikan suara rakyat Papua. Kami harapkan apa yang dilakukan oleh Polri dapat menjadi contoh bagi institusi lain di daerah ini, seperti TNI. Dan terutama Kementerian Hukum dan HAM,” kata Koordinator FMAPO Valentinus Wainarissy.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!