Portal Berita Papua Barat

GAMKI Kutuk Pelaku Bom Surabaya, Wattimena: UU Teroris Direvisi

0 38
GAMKI Kutuk Pelaku Bom Surabaya
GAMKI Kutuk Pelaku Bom Surabaya – Bung Micahel Wattimena (BMW) saat bersama Ikatan Keluarga Maluku disela-sela mengisi paduan suara, pada acara peringatan Hari Pattimura ke-201 yang digelar sederhana di Pante Oransbari, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Provinsi Papua Barat, Selasa (15/5/2018).(Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.comGAMKI Kutuk Pelaku Bom Surabaya. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI asal Provinsi Papua Barat, Micahel Wattimena mengutuk kebiadapan aksi teror bom diri yang menyebabkan jatuhnya korban di tiga gereja di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) .

Untuk itu DPR RI minta berantas para teroris, maka Undang-undang teroris harus direvisi sehingga TNI terlibat bersama kepolisian perangi teroris yang mengganggu kenyamanan Negara.
Ditegaskan Wattimena, pasca kejadian ledakan bom diri tersebut Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) yang dibina melalui organisasi itu mengeluarkan sikap dan melakukan malam keprihatinan di Salemba dengan cara membakar lilin.

Dimana menurut Wattimena, momen membakar lilin sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban yang berjatuan pasca ledakan bom yang dilakukan pelaku dengan cara kebiadapan di Surabaya, Jawa Timur.

“Akibat dari perilaku manusia kebiadapan yang membuat sampai jatuhnya korban pasca ledakan bom di gereja di Surabaya, kami sangat menyesali kejadian itu. Tindakan manusia yang melakukan ledakan itu bukan perlaku manusia melainkan perilaku biadap, sekali lagi itu perilaku biadap,” tegas Wattimena mengutuk para pelaku peledakan bom di Oransbari saat dimintai tanggapan Papuabaratoke, Selasa (15/5/2018).

Baca Juga:  Polri Tidak Keberatan TNI Tangani Terorisme

Kedepan Wattimena berharap tidak lagi ada kejadian serupa diwaktu yang akan datang, sebab korban ledakan bom adalah korban semua warga Indonesia. Untuk itu pihak keamanan baik TNI, Polri dan BNN siaga mengantisipasi hal-hal serupa kembali terjadi sehingga masyarakat tidak terlena dan takut.

“kami minta kepada masyarakat Indonesia untuk tidak takut, sebab terror merupakan tindakan yang tidak berkemanusiaan dan tindakan kebiadapan,” katanya.

Dia menambahkan, untuk mempertegas pelaku bom terror di Indonesia, DPR akan menguatkan Undang-undang sebagai payun hukum, yakni UU teroris harus direvisi sehingga perangi teroris bukan saja ada di kepolisian, namun TNI pun ikut terlibat berantas para teroris di Negara ini.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!