Portal Berita Papua Barat

Gubernur Dominggus : Papua dan Flobamora NTT Sejarah Yang Tak Terpisahkan

0 154
Sejarah Yang Tak Terpisahkan
Suka-Cita terlihat, Ketua Umum Flobamora NTT, Clinton Tallo dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati dan wakil Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan-Edi Budoyo, Kepala Biro Spiritual, Hermus Indou dan sejumlah pejabat lainnya berbaur ikut berdendang dengan iringan lagu khas NTT pada acara lepas sambut Flobamora NTT, SP 9 Distrik Masni Manokwari, Sabtu (20/1/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Sejarah Yang Tak Terpisahkan.  Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, bahwa Papua dan Flobamora NTT dua saudara yang melengkapi sejak dulu. Hal ini diungkapkan Gubernur Mandacan dalam acara Ramah tamah dan lepas sambut Ikatan Keluarga Flobamora NTT, Provinsi Papua Barat di Gereja Katolik, SP 9 Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Sabtu (20/1/2018).

Dihadapan ratusan masyarakat Flobamora dan perwakilan masyarakat suku Arfak yang hadir, Dominggus menjelaskan bahwa para orangtua dulu menentukan syarat khusus ketika seorang pria hendak mengajukan lamaran kepada keluarga wanita.

Syarat yang dimaksud adalah, “Kain Timur”. Dimana dalam lamaran diwajibakan membawa (Kain Timur, red) saat lamaran berlangsung.

“Saya ingin sampaikan kembali kepada khususunya keluarga besar Arfak yang dengan tulus membuka diri dan menerima semua suku di Manokwari ini. Karena orangtua kita dulu tidak mau nikahkan anak perempuannya kalau laki-laki tidak bawa Kain Timur. Meskipun perempuan (Anaknya) tidak mau, tapi harus nikah, karena takut Kain Timur ini hilang,” ujar Dominggus.

Tak hanya itu, Dominggus juga meyebutkan, hal itu pun dialami oleh orangtuanya dulu ketika akan melamar sang ibu.

“Ketika bapak saya mau kawin dan mama saya, juga pakai Kain Timur sebagai maskawin,” kisahnya lagi.

Sejarah Yang Tak Terpisahkan
Suka – Cita masyarakat Ikatan Flobamora NTT menyatu dalam persaudaraan. (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

Selain itu, ia pun berpesan khususnya kepada seluruh masyarakat Flobamora NTT untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam persaudaran. Sehingga bisa ikut mewujudkan Provinsi Papua Barat yang lebih baik dan penuh kedamaian.

“Terimakasih untuk keluarga besar ikatan Flobamora NTT, yang luar biasa dibawah kepemimpinan bapak Clinton Tallo, sudah mengambil bagian dalam pembangunan Papua Barat. Mari kita satukan hati satukan tujuan wujudkan Papua Barat khususnya Manokwari yang damai, aman, tentram dan sejahtera,” pintanya.

Baca Juga:  Doa Kebangsaan Di Kodam Kasuari, Berbeda Tapi Kita Tetap Satu

Ia menuturkan, Manokwari yang saat ini tak terlepas karena dukungan suku-suku yang ada. Dimana Manokwari yang dulunya kota tua dan kecil hingga saat ini mampu menjadi Ibu Kota Provinsi Papua Barat.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada Keluarga besar Ikatan Flobamora yang mulai dari ASN, Pengusaha, Wiraswasta, Supir, Tukang Ojek dan lainnya, yang ikut menbangun Papua Barat. Sekecil apa pun, tetap akan bernilai dimata tuhan. Mari kita jaga hidup rukun dan damai karena ini yang kita harapkan,” tutup Dominggus.

Sejarah Yang Tak Terpisahkan
Suka-Cita masyarakat Ikatan Flobamora NTT menyatu dalam persaudaraan. (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

Pantauan langsung papuabaratoke.com, dalam kegiatan yang mengangkat Tema ‘Hidup Baru Dalam Semangat Baru Menuju Flobamora Satu Untuk Papua Barat’ tersebut, selain dihadiri Ketua Umum Flobamora NTT, Clinton Tallo dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, juga hadir Bupati dan wakil Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan – Edi Budoyo, Kepala Biro Spiritual, Hermus Indou dan sejumlah pejabat lainnya.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!