Portal Berita Papua Barat

HUT Bhakti Pemasyarakatan, Diharap Ajang Intropeksi dan Berbenah Diri

0 15
HUT Bhakti Pemasyarakatan
HUT Bhakti Pemasyarakatan – Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan membuka kegiatan lomba dan bhakti sosial dalam rangka hari bhakti pemasyarakatan ke -54, di Lapas Kelas II B Manokwari, yang ditandai pelepasan balon, Kamis (12/4/2018).(Foto:
Manokwari, Papuabaratoke.com – HUT Bhakti Pemasyarakatan.  Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengharapkan, melalui peringatan jelang HUT ke 54 Hari bhakti pemasyarakatan yang diperingati setiap 27 April ini, diharapkan menjadi peringatan dan dorongan motivasi bagi jajaran pemasyarakatan (Ditjen PAS) untuk berbenah diri memberbaiki pelayanan di seluruh lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Hal ini diucapkan Bupati usai membuka acara kegiatan lomba dan bhakti sosial Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54 di lapas kelas II b Manokwari, Kamis (12/4/2018).

“Usia ke-54, ini usia yang tidak lagi muda, dan jajaran pemasyarakatan harus mengevaluasi diri, berbenah diri. Kita harus jadikan semua ini untuk introspeksi dan melangkah mencapai tujuan yang kita cita-citakan dapat terwujud,” ucap Bupati.

Bupati Demas mengungkapkan, nilai cita-cita dan harapan pemerintah daerah dalam mendukung implementasi wujudnya visi dan misi lembaga pemasyarakatan adalah dalam program pembinaan warga binaan, sekira setelah selesai menjalankan masa penahanannya di rutan maupun lapas, ketika kembali menjalani kehidupanya dapat diterima dengan baik di kalangan lingkungan masyarakat.

Baca Juga:  Hadiri Hari Bhakti Pemasyarakatan, Ini Pesan Bupati Demas

 

Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

“Tugas anggota jajaran pemasyarakatan merupakan tugas yang mulia, sehingga, peran mereka harus mampu adalah mengembalikan orang-orang yang bermasalah atas kasus hukum menjadi manusia yang bermartabat,” ujar Bupati Demas.

Untuk itu, agar kedepan melalui pembenahan yang dilakukan, jajaran lembaga pemasyarakatan mampu menunjukan bahwa mereka warga-warga binaan adalah anak-anak bangsa seperti saudara-saudaranya yang berada di luar tembok lapas.

“Warga binaan adalah aset bangsa, sehingga dalam masa penahanan hukuman ini, sekiranya mereka seutuhnya dapat menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat dan keluarga, dan mampu aktif berperan kembali dalam pembangunan daerah,” pintanya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!