Portal Berita Papua Barat

HUT PI Momentum untuk Tingkatkan Keimanan dan Pelayanan Gereja

0 46
HUT PI Momentum untuk Tingkatkan Keimanan
HUT PI Momentum untuk Tingkatkan Keimanan – Ketua GMKI Cabang Manokwari, Charles Tethol.(Foto: Ist)
Manokwari, Papuabaratoke.com – HUT PI Momentum untuk Tingkatkan Keimanan.  Peringatan HUT Pekabaran Injil ke 163 tahun, 5 Februari merupakan momentum penting bagi umat kristiani, khususnya umat kristen di Tanah Papua. Momen ini penting dalam meningkatkan kadar keimanan umat serta meningkatkan pelayanan gereja. Harapan itu diungkapkan Ketua GMKI Cabang Manokwari, Charles Tethol, Jumat (2/2/2018).

“Jangan maknai HUT pekabaran injil ini hanya sebagai sebuah kegiatan seremonial dan ajang euforia belaka. Usia 163 tahun merupakan usia yang sangat tua, sebagai warga gereja yang baik mari instropeksi diri. sudah sejauh mana karakter hidup dalam bergeja, dalam berjemaat dan dalam bermasyarakat. Apakah sudah mencerminkan injil Kristus,” ucap Tettol.

Perayaan HUT ini dilakukan setiap 5 Februari. Ini, berkaitan dengan masuknya injil pertama kali di Tanah Papua melalui Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 lampau. “Mari datang bawa hati. Maknai kehidupan masa lalu nenek moyang kita di zaman kegelapan, zaman belum mengenal injil. Mereka hidup sangat buas, saling membunuh, dan melakukan perbuatan amoral lainnya yang membuat tanah Papua dan orang Papua tidak berkembang mendapatkan hidup yang layak. Ini harus dimaknai,” tuturnya.

Tettol mengajak, mealui HUT pekabaran injil dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan kehidupan mental spritual. Sebab atas kehendak Tuhan sehingga kedua mortir Ottow dan Geisler diutus mebawa kabar injil dari Jerman ke Tanah Papua. Dan, memulai peradaban baru bagi orang Papua dalam mengenal injil.
“Kita hidup menikmati segala hal di atas tanah yang di berkati ini, dengan iman mereka menginjak kaki di tanah Papua inilah peradaban umat Kristen bertumbuh hingga hari ini,” ujar dia.

Hal penting, lanjut dia, adalah doa menjelang kematian Ottow. Saat itu, ia berkata “semoga nanti di surga saya bertemu dengan satu orang Papua yang percaya ini adalah misi kerajaan surga yang dibawa. “Itulah esensi dari HUT pekabaran injil ini,” ungkap Tettol.

Baca Juga:  Pertanyakan Dana Rapel, 14 Dokter dan 44 Bidan Temui DPRD Manokwari

Melalui momen ini, gereja-gereja dapat mengistrokspeksi kembali pelayanan. Sehingga, meningkatkan pelayanan gereja yang lebih baik ke depan. Di mana, masih saja ada masyarakat Papua masih hidup dengan melakukan perbuatan amoral, mabuk-mabukan hingga menyembah berhala.

“Kondisi ini bukan main-main, gereja harus ambil sikap. Jika pengajaran tersebut masuk dalam gereja-gereja akan berdampak pada generasi yang akan datang, usia semakin tua tetapi kita ketahui bersama orang Papua masih hidup seperti zaman yang belum mengenal injil,” ujarnya lagi.

Dikatakan, dengan tetap percaya akan kuasa Allah dan injil itulah yang akan memampukan umat manusia sehingga tak tergoyahkan. “Asal tetap berpegang teguh pada injil dalam doa, penelaan alkitab akan menjadi senjata yang ampuh,” tandasnya.

Tettol juga berharap, agar semua komponen masyarakat dan elemen agama saling menghormati dan menghargai, termasuk juga pihak keamanan dalam menjaga kedamaian dan ketertiban guna terselenggaranya puncak kegiatan HUT PI 5 Februari mendatang.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com