Portal Berita Papua Barat

Ibadah Natal Bersama Keluarga Sinonsayang di Manokwari, Merawat Kerukunan

0 7
Foto bersama warga sinonsayang yang ada di manokwari (PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Ibadah Perayaan Menyambut Natal yang diselenggarakan Ikatan Kerukunan Sinonsayang yang ada di Kabupaten Manokwari berlangsung hikmat dengan penuh toleransi umat beragama, acara kali ini bertempat dirumah keluarga Tani Erungan kompleks Fanindi dalam tepatnya dekat area rumah adat kepala suku besar arfak, selasa (12/12/2017) malam.

Dalam perayaan menyambut natal bersama ikatan kerukanan sinonsayang, diawali dengan ibadah singkat serta puji-pujian di pimpin langsung ketua kerukunan sinonsayang Meske Rasu, kali ini tema yang di ambil “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu” (Kolose 3:15). Sukacita serta penuh kegembiraan itulah yang dirasakan warga ikatan keluarga kerukunan sinonsayang.

Foto bersama Ketua Kerukunan Tountemboan Kabupaten Manokwari, Yapi Reimon Londa, S.Pd (tengah kemeja kuning)

Sementara itu, Ketua Kerukunan Tountemboan Kabupaten Manokwari, Yapi Reimon Londa, S.Pd, turut menghadiri acara tersebut,  pada kesempatan itu Londa dalam sambutannya, berpesan agar warga sinonsayang yang juga di bawah kerukunan tountenboan serta kerukunan yang lain kiranya bisa wujudkan komitmen untuk hidup dalam damai dan menghindari setiap perbedaan, agar terwujudnya suasana yang aman, kondusif serta saling menghargai dan mengasihi satu dengan yang lainya.

Londa juga mengingatkan agar selalu waspada jangan gampang terprovokasi.

Kabupaten Manokwari adalah kabupaten yang majemuk yang terdiri dari suku,agama, etnis budaya dan bahasa, tentu sama seperti di daerah lainnya juga, untuk itu marilah kita bersatu padu, bergadengan tangan, hidup rukun dan damai. Dengan begitu akan tercipta rasa persaudaraan dengan penuh keharmonisan antara kita sesama manusia, tandas londa.

Seperti biasa usai acara, telah disuguhkan makanan khas dari daerah minahasa, diantaranya, Nasi Ja’a (nasi bambu) yang menggugah rasa, ikan bakar garo rica, dan makan umum lainnya, disini panitia tidak menyediakan makanan khas minahasa lainya seperti tinoransak (B2), Ragey (Erwe), mengingat untuk menghormati saudara yang dari muslim turut hadir pada acara tersebut.  (PBOKe/R17)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!