Portal Berita Papua Barat

Implementasi Manokwari “Nol Sampah” Masih Terganjal Anggaran

0 117
Masih Terganjal Anggaran
Masih Terganjal Anggaran – Sekda Manokwari, F.M Lalenoh saat membuka audisi kontes modeling Manokwari, audisi putra putri pesona batik nusantara 2018 yang di laksankan di gedung DPD KNPI Papua Barat dan dibuka oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manokwari, F.M. Lalenoh, Selasa (20/2/2018). (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Masih Terganjal Anggaran.  Implementasi Program Manokwari “Nol Sampah” yang dicanangkan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Manokwari, masih terganjal anggaran.

Hal ini dikatakan, Kepala seksi strategi dan kebijakan persampahan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manokwari John Fonataba, saat ditemui Papuabaratoke.com di Sekretariat Daerah (Setda) Manokwari, Selasa (20/2/2018).

Dia mengungkapkan, untuk mendukung Manokwari “Nol Sampah” saat ini telah diperkuat dengan ditetapkanya peraturan daerah (Perda) tentang sampah. Namun kata dia, perda ini masih perlu disosialisasikan.

“Perdanya sudah disyahkan, tapi kendala kami selama ini adalah belum ada anggaran. Karena kita (BLH) baru dilimpahkan tugas dari dians PU, sehingga anggaran belum diplotkan,” akunya.

Untuk itu, kata dia, BLH masih menggunakan program lama guna memulai mengimplementasikan Manokwari “Nol Sampah” tersebut.

“Perda ini harus disosialisasikan, dan sosialisasikan itu, butuh anggaran. Sehingga kami baru mengusulkan itu pada tahun (2018) ini bersamaan dengan program yang akan dilaksankan oleh BLH. Dan kami hanya tunggu DPA itu baru, eksen,” katanya.

Terkait hal ini, terpisah Sekda Manokwari, F.M Lalenoh ikut membenarkan. Disebutkan bahwa pemda Manokwari saat ini tengah melakukan berbagai upaya guna terwujudnya Manokwari “Nol Sampah”.

“Masalah sampah bukan segampang kita membalik telapak tangan, tetapi kita berusaha untuk sedapat mungkin bertahap selesaikan persoalan sampah,” imbuh dia.

“Perda sudah ditetapkan hanya saja masih menunggu anggaran pelaksanaannya. DPA besok (Rabu, 21/2/2018) akan diserahkan, lewat DPA itulah ada anggaran untuk operasional penangan sampah,” pungkas Lalenoh.

Sebelumnya, Ketua DPC GMNI Manokwari, Yosak Saroy mengatakan, perda sampah semestinya sudah bisa disosialisasikan.

“Seharusnya perda tersebut sudah bisa dijalankan, jika benar-benar pemda serius berantas sampah menuju Manokwari “Nol sampah”, jangan hanya jadi slogan semata,” sorotnya.

Baca Juga:  Jimmy Ijie: Pasar Modern Jangan Jual Sayur dan Ikan
Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com