Portal Berita Papua Barat

Ini Dampak Fenomena Super Blue Blood Moon yang Harus Diwaspadai

0 129
Fenomena Super Blue Blood Moon
Fenomena Super Blue Blood Moon
Manokwari, Papuabaratoke.com – Fenomena Super Blue Blood Moon.  Meski menjadi fenomena alam “langkah” dan “spesial”, publik di Manokwari dan sekitarnya perlu mewaspadai dampak dari fenomena alam super blue blood moon atau gerhana total ini. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Rendani Manokwari, Denny Putiray mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari fenomena tersebut akan mempengaruhi pasang – surut dengan tinggi gelombang yang cukup signifikan.

“Kita bisa belum bisa prediksi berapa ketinggian gelombang. Tapi di beberapa daerah diprediksi bisa terjadi banjir rob. Tetapi di Manokwari tidak terjadi banjir. Meski demikian warga tetap harus waspada terutama yang tinggal di bibir pantai,” katanya, Selasa (31/1/2018).
Selain itu, lanjut Denny, tidak tertutup kemungkinan fenomena ini juga akan menimbulkan curah hujan yang cukup deras. “Kita tetap harus waspada,” ujar dia mengimbau.

Suhu Panas Di Manokwari Berbeda
Kepala BMKG Manokwari, Denny Putiray (Photo: PBOKe)

Di wilayah Manokwari saat ini sedang berada pada puncak curah hujan, Denny menjelaskan, dengan adanya fenomena alam ini bisa saja curah hujan lebih meningkat lagi, begitu juga dengan tinggi gelombang akan cukup signfikan.
“Kondisi ini paling satu hari saja bertahan, karena gerhana bulan terjadi hanya satu malam saja,” ujarnya lagi.
Dari informasi yang dihimpun keseluruhan proses gerhana dapat diamati di Samudra Pasifik serta bagiab Timur Asia, Indonesia, Australia, dan bagian barat laut Amerika.

Juga gerhana ini dapat diamati di bagian barat Asia, Samudra Hindia, bagian timur Afrika, dan bagian timur Eropapa saat bulan terbit. Masyarakat dapat mengamati puncak gerhana bulan total ini pada pukul 20:29 WIB; 21:29 WITA, dan 22.29 WIT.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com