Portal Berita Papua Barat

Inilah Pokok Pikiran dan Sikap GMKI Usai Paskah Nasional 2018 di Manokwari

0 44
Pokok Pikiran dan Sikap GMKI
Pokok Pikiran dan Sikap GMKI – Ketua Umum GMKI, Sahat Marthin Pilip Sinurat menyampaikan pikiran-pikiran pokok GMKI usai kegiatan pilar-pilar demokrasi dan perayaan paskah nasional GMKI se Indonesia yang dipusatkan di gedung olah raga (GOR) Sanggeng Manokwari Papua Barat, Sabtu (7/4/2018). (Foto : Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pokok Pikiran dan Sikap GMKI.  Inilah pokok-pokok pikiran dan pernyataan sikap Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) pasca lokakarya pilar-pilar demokrasi dan paskah nasional GMKI di Gor Sanggeng Kabupaten Manokwari yang digelar Jumat hingga Sabtu (7/4/2018) lalu.

Adapun pokok-pokok pikiran, yakni di era saat ini cakrawala informasi terbuka lebar dengan berbagai perangkat teknologi yang diciptakan manusia. Segala hal dapat diakses dengan mudah dan dibutuhkan kekritisan dan kebijaksanaan dari setiap individu yang merupakan pelaku media sosial.

Dimana tawaran preventif GMKI yaitu bagi pelaku media sosial diharapkan dapat mengkonsumsi konten berita/ informasi dengan pemikiran yang kritis-analitis-positif.

“Bila berita tidak kredibel dan terklarifikasi (hoax dan ujaran kebencian) maka jangan diteruskan, agar tidak menjadi genderang permasalahan berkelanjutan yang berujung konflik” tegas Ketua Umum GMKI Pusat, SAhat M. Sinurat.

Pokok pikiran berikutnya, terkait dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Papua harus dipahami bahwa dipengaruhi banyak faktor yang mengakibatkan banyak gesekan. Sampai saat ini, kasus-kasus pelanggaran HAM berat itu belum tuntas karena lembaga peradilan yang ada, tidak mampu menyelesaikan semua kasus tersebut.

“Kami mendorong dibentuknya lembaga peradilan HAM berat untuk menuntaskan semua kasus HAM di Tanah Papua, sebagai bentuk pengakuan sosial orang Papua secara sosio-historis” pintah GMKI.

Kata Sahat, orang Papua juga harus punya tempat yang layak yang diperuntukkan bagi peningkatan dan proteksi ekonomi Orang Asli Papua yang biasa disebut Pasar mama Papua, sebagai bentuk pengakuan sosial orang Papua-Melanesia di bidang ekonomi.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia selama ini belum optimal memperkenalkan budaya Papua ke masyarakat luas, sehingga perlu untuk mengangkat budaya-budaya masyarakat Asli Papua di panggung masyarakat internasional dengan pendekatan kearifan lokal, sebagai bentuk pengakuan sosial orang Papua-Melanesia di bidang budaya.

Disisi lain sikap masyarakat Indonesia lewat media massa, juga pemerintah termasuk Aparatur Sipil Negara kadang sangat diskriminatif terhadap masyarakat Asli Papua. Perlu ketegasan hukum untuk menyejajarkan masyarakat Papua dengan masyarakat Indonesia lainnya, sebagai bentuk pengakuan sosial orang Papua –Melanesia di bidang hukum.

Untuk itulah GMKI menyatakan sikap sebagai berikut. Satu, GMKI menyerukan tagline di medsos yaitu #basketping (baca, kritis, analitis, positif thinking). Dua, mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menghentikan diskriminasi terhadap rakyat Papua mengenai akses lapangan pekerjaan dan juga lebih memprioritaskan kesetaraan ekonomi rakyat Papua.

Tiga, mendorong pemerintah untuk lebih serius dalam mengangkat budaya-budaya Papua di level nasional dan internasional serta memberikan ruang yang lebih kepada rakyat Papua untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Papua.

Empat, mendorong legislatif Papua Barat untuk merumuskan dan bersama pemerintah mengesahkan tentang Raperdasus dan Raperdasi dana Otonomi Khusus untuk sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Lima, mendorong pemerintah membentuk lembaga pendidikan vokasional untuk memberdayakan masyarakat Papua.

Enam, menuntut kepada lembaga peradilan dan penegak hukum Indonesia untuk menindak tegas pelaku diskriminatif yang berbau SARA terhadap masyarakat Papua dan menuntut Pemerintah mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM berat serta mengadili seadil-adilnya terhadap pelaku pelanggar HAM berat yang terjadi di Papua melalui pengadilan HAM.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!